WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

UKM Formatif PEP Bandung goes to Dieng

15 Oktober 2022

Sabtu (15/10) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung mengadakan acara kegiatan Formatif (Forum Mahasiswa Kreatif) yang dilaksanakan di Dieng, Jawa Tengah. Selain Mahasiswa, ada beberapa Dosen dan Tenaga Kependidikan yang ikut serta dalam acara kali ini. Kegiatan pertama yang dilakukan saat sampai di Basecamp Pos Pengamat Gunung Api adalah diskusi dan tanya jawab bersama Narasumber tentang bagaimana cara membuat berita, menulis artikel yang baik, reportase dan lainnya. Setelah acara selesai dilanjutkan dengan makan malam dan hiburan malam sebelum istirahat dengan bernyanyi bersama.

Hari berikutnya Minggu (16/10) di waktu Subuh Mahasiswa, Dosen dan Tenaga Kependidikan bersiap menuju Bukit Sikunir Dieng. Untuk mencapai ke Bukit ini hanya diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai puncaknya. Bukit yang memiliki ketinggian sekitar 2.300 mdpl ini menawarkan keindahan berupa pemandangan delapan gunung di sekitarnya yang dapat terlihat dari puncak bukit. Selain itu, Bukit Sikunir juga terkenal dengan sebutan Golden Sunrise karena keindahan alam berupa sunrise atau matahari terbit akan tersaji jelas bagi wisatawan yang sampai ke puncaknya. Disana Kami semua menikmati keindahan alam raya yang begitu indah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa Mahasiswa, Dosen dan Tenaga Kependidikan mengabadikan foto dan membuat video untuk menjadikannya koleksi masing-masing.

Selanjutnya Kami berkunjung ke Kawah Sikidang yang jaraknya kurang lebih hanya 3 KM dari Bukit Sikunir. Disana Mahasiswa diberi penjelasan oleh Dosen Pembina Formatif  Bapak Priatna. Beliau menjelaskan bagaimana terjadinya kawah sikidang akibat dari letusan gunung api Dieng. Disebut kawah sikidang karena letak kawah utama yang berpindah-pindah inilah kawasan ini diberi nama “sikidang”, yang berasal dari “kidang” (kijang). Kawah utama yang berpindah-pindah disamakan dengan sifat kijang yang senang melompat ke sana ke mari. Selain itu, ada sebuah legenda mengenai kawah ini. Pada masa lalu, di sekitar kawasan ini, hiduplah seorang gadis cantik yang bernama Shinta Dewi. Kecantikan Shinta Dewi tersebar ke penjuru daerah sehingga banyak pemuda yang ingin meminangnya. Sayang, tidak ada yang berhasil meminang Shinta Dewi karena gadis cantik tersebut meminta mas kawin dalam jumlah besar.

Tempat terakhir yang dikunjungi Mahasiswa Formatif dan Dosen adalah Candi Arjuna. Diperkirakan, candi-candi yang terdapat di kawasan ini memiliki area seluas 1 hektare. Hanya saja, baru sebagian kecil dari candi-candi tersebut sudah selesai direstorasi. Dari sekian banyak candi yang ada Dataran Tinggi Dieng, Kompleks Candi Arjuna merupakan yang terluas. Melihat dari bentuk serta ornamen yang terdapat pada setiap candi, diperkirakan keempat candi tersebut dibangun pada masa yang berbeda. Sebelum kembali lagi ke basecamp, kami menutup sesi perjalanan terakhir dengan foto bersama.