Melengkapi pemahaman tentang proses pembentukan endapan emas, peserta mata kuliah geologi bijih primer mengikuti ekskursi ke Kawah Ciwidey di Kabupaten Bandung. Sebagaimana peristiwa geologi yang lain, proses kejadian yang saat ini sedang berlangsung, dapat digunakan untuk memahami fenomena geologi yang telah berlangsung pada masa lampau, atau dikenal dengan konsep the present is the key to the past. Demikian juga proses pembentukan endapan emas yang masih berlangsung dapat disaksikan di Kawah Ciwidey.
Hari Senin, 17 Oktober 2022, Prodi Teknologi Geologi, PEP Bandung, melaksanakan ekskursi Geologi Bijih Primer diikuti oleh para mahasiswa angkatan 2021. Tiga obyek yang dikunjungi yakni tambang pasir batu yang berlokasi di samping jalan raya Bandung – Ciwidey, singkapan alterasi argilik dan silika yang berada satu kilometer sebelum sampai di Kawah Ciwidey, dan terakhir di Kawah Ciwidey. Lokasi Kawah Ciwidey dapat dijangkau dari Bandung dalam waktu 1,5 jam, menggunakan kendaraan bus.
Berkumpul pukul 07.00 di kampus, diawali briefing oleh dosen pembimbing di halaman kampus PEP Bandung, menjelaskan tentang genesa endapan emas yang prosesnya masih berlangsung di Kawah Ciwidey. Peserta berangkat ke lokasi pada pukul 08.30.
Pada lokasi pertama yaitu tambang pasir batu (Sirtu), mahasiswa mengamati singkapan yang berada pada dinding tebing, berupa lapisan breksi lahar. Pada singkapan breksi terlihat pemilahan buruk, ukuran fragmen mencapai 70 cm.
Pada pemberhentian kedua mengamati alterasi yang tersingkap di lereng tebing pada sisi jalan menuju Kawah Ciwidey. Alterasi argilik tersingkap dengan lebar sekitar enam meter, berada pada zona tanah longsor. Kandungan pirit tersebar maupun sebagai veinlet dijumpai pada zona argilik dan alterasi silika. Pada lokasi alterasi argilik ini para mahasiswa mengamati singkapan, mencari mineral pirit dan alterasi silika.
Lokasi terakhir di Kawah Ciwidey mahasiswa menjangkau dasar kawah, dari pemberhentian mobil dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak ke arah lembah, memerlukan waktu sekitar 15 menit. Pada Kawah Ciwidey sebagai bentukan berupa cekungan mempunyai kedalaman dasar lembah dari tepi lingkar atasnya sekitar 50 meter, terdapat manifestasi panas bumi seperti sinter silika, mata air panas, fumarol, kolam air panas, bualan lumpur panas, hembusan gas, dan alterasi lempung.
Litologi di dasar lembah Kawah Ciwidey terdiri dari breksi andesit, batu lempung, sinter silika, breksi aneka bahan (freatik), dan endapan lumpur. Alterasi yang berkembang tipe argilik dan silika pada lingkungan pH netral. Dari mata air panas tipe solfat menunjukkan zona up flow dari sistem hidrotermal, hal ini didukung oleh kehadiran fragmen pada breksi freattik berupa vuggy silica. Sinter silika merupakan hasil endapan aktivitas hidrotermal, dengan masih aktifnya mata air panas yang mengandung silika, maka pengendapan sinter silika masih terus berlangsung. Endapan freatik mengandung fragmen yang umumnya teralterasi, mengindikasikan bahwa terdapat zona alterasi di bawah permukaan sebagai asal dari fragmen-fragmen freatik tersebut. Mineralisai emas dan ikutannya dijumpai pada sinter silika dan pada fragmen-fragmen freatik yang sebagian mengandung alterasi silika. Tipe mineralisasi di Kawah Ciwidey berupa endapan emas hot spring.
Penulis : Muhammad Rahman, Teknologi Geologi 2021



