WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Kuliah Umum Teknologi Metalurgi Bahas Peran Elektrometalurgi dalam Industri Pengolahan Mineral Global

29 Juni 2026

Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung menyelenggarakan kuliah umum bertema "Electrometallurgy: Principles, Design and Industrial Case from Australian Refinery" sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi pengolahan mineral dan penerapannya dalam industri metalurgi modern.

Kegiatan ini menghadirkan praktisi berpengalaman di bidang metalurgi, Addin Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Principal Process Engineer – Glencore Technology. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang electrorefining dan electrowinning, Addin telah terlibat dalam berbagai proyek desain proses, commissioning, optimasi, pelatihan hingga pengembangan teknologi pengolahan logam di berbagai negara.

Acara diawali dengan sambutan dari pimpinan PEP Bandung dan Ketua Program Studi Teknologi Metalurgi, Rudiyansah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pemahaman langsung mengenai penerapan ilmu metalurgi di dunia industri, khususnya teknologi elektrometalurgi yang memiliki peran strategis dalam proses pemurnian logam.

Dalam paparannya, Addin Pranowo menjelaskan bahwa kebutuhan global terhadap tembaga terus meningkat seiring pesatnya perkembangan elektrifikasi, pembangunan infrastruktur energi serta kemajuan teknologi modern. Sebagai logam dengan konduktivitas listrik yang tinggi, tembaga menjadi salah satu komoditas strategis yang sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor industri.

Materi utama kuliah umum berfokus pada konsep dasar elektrometalurgi, yaitu cabang ilmu metalurgi yang memanfaatkan energi listrik dalam proses ekstraksi dan pemurnian logam. Dua metode utama yang dibahas meliputi Electrorefining (ER), yakni proses pemurnian logam menggunakan logam tidak murni sebagai anoda sehingga menghasilkan logam berkemurnian tinggi pada katoda dan Electrowinning (EW), yaitu proses pengendapan logam dari larutan elektrolit menggunakan arus listrik hingga diperoleh logam murni.

Selain membahas konsep dasar, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknologi pengolahan mineral yang dikembangkan oleh Glencore Technology. Beberapa di antaranya adalah IsaMill untuk proses penggerusan (grinding), Jameson Cell untuk flotasi, Albion Process untuk proses leaching, ISASMELT untuk peleburan (smelting) dan IsaKit untuk proses pemurnian tembaga (copper refining). Berbagai teknologi tersebut telah diterapkan secara luas untuk meningkatkan efisiensi proses ekstraksi dan pengolahan mineral di berbagai industri pertambangan dunia.

Pada sesi studi kasus, Addin memaparkan proses pengolahan tembaga di Olympic Dam, Australia yang dikenal sebagai salah satu kompleks pengolahan mineral terbesar dengan proses yang sangat kompleks. Fasilitas tersebut tidak hanya menghasilkan katoda tembaga, tetapi juga memproduksi uranium dalam bentuk yellow cake serta logam mulia seperti emas dan perak yang diperoleh dari anode slime. Rangkaian proses yang dijelaskan meliputi milling, flotation, leaching, smelting hingga refining.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dalam industri pengolahan mineral. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman mengenai tantangan, teknologi dan inovasi yang berkembang di sektor metalurgi global, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon ahli metalurgi.

Program Studi Teknologi Metalurgi PEP Bandung berharap kegiatan kuliah umum ini dapat terus menjadi wadah pembelajaran yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan memiliki wawasan yang lebih luas, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan industri pengolahan mineral di tingkat nasional maupun global. (AM)