WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Belajar Diagram Pourbaix Bersama Imam Santoso, Materi Kompleks Jadi Lebih Menarik

07 Oktober 2026

Materi Thermodinamika dan Hidrometalurgi yang dikenal cukup kompleks menjadi lebih menarik bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melalui kuliah umum “Pourbaix Diagram for Copper, Iron, Titanium, and Tungsten” yang digelar di Ruang 4.1 PPSDM Geominerba pada Jum’at lalu 2 Oktober 2026.

Kuliah umum menghadirkan D.Sc. (Tech.) Imam Santoso, S.T., M.Phil. dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai narasumber. Selain aktif di lingkungan akademik, Imam Santoso juga dikenal sebagai figur edukasi di media sosial, khususnya Instagram. Beliau kerap membagikan konten pembelajaran dengan gaya penyampaian yang ringan dan mudah dipahami. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa Teknologi Metalurgi PEP Bandung.

Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Teknologi Metalurgi Angkatan 2025, Direktur PEP Bandung yang juga merupakan dosen Program Studi Teknologi Metalurgi, Imelda Eva Roturena  Hutabarat serta dosen dan tenaga pendidik lainnya. Melalui kuliah umum ini, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan konsep, tetapi juga diajak melihat bagaimana materi yang bersifat teoritis dapat dipahami melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan menarik.

Dalam pemaparannya, Imam Santoso mengajak mahasiswa memahami Diagram Pourbaix sebagai alat untuk menganalisis kestabilan spesies suatu unsur berdasarkan pH dan potensial elektroda. Melalui diagram tersebut, dapat dipahami kecenderungan suatu logam untuk berada dalam bentuk ion terlarut, padatan, maupun spesies lainnya pada kondisi tertentu.

Pembahasan kemudian dikaitkan dengan penerapannya dalam hidrometalurgi, salah satunya melalui Bayer Process pada pengolahan aluminium dari bijih bauksit. Mahasiswa diajak memahami mengapa proses menggunakan suasana basa dengan NaOH sehingga aluminium dapat larut membentuk spesies aluminat, sementara pengotor seperti Fe₂O₃ tetap berada dalam bentuk padatan dan dapat dipisahkan melalui penyaringan.

Tidak berhenti pada contoh aluminium, pembahasan juga mencakup daerah kestabilan air pada Diagram Pourbaix. Aspek ini penting dalam proses hidrometalurgi yang banyak berlangsung dalam larutan berair, karena kondisi operasi dapat dibandingkan dengan daerah kestabilan air maupun kestabilan spesies logam untuk menentukan kondisi proses yang sesuai.

Gaya penyampaian yang komunikatif membuat pembahasan materi yang cukup kompleks terasa lebih dekat dengan mahasiswa. Konsep mengenai hubungan pH, potensial elektroda dan kestabilan spesies tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan proses pengolahan logam yang aplikatif. Hal ini menjadikan kuliah umum sebagai ruang belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami materi metalurgi.

Antusiasme peserta berlanjut dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menggali lebih jauh penerapan Diagram Pourbaix dalam menentukan kondisi pelarutan dan pemisahan logam. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan berlangsung dengan tertib serta lancar.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai penerapan konsep elektrokimia dalam proses hidrometalurgi sekaligus pengalaman belajar dari akademisi yang mampu mengemas materi teknis secara sederhana, kontekstual dan menarik. (AD)