PEP Bandung menghadiri acara Pameran Transisi Energi 2022 di Hotel Bidakara pada 20 s.d. 21 Oktober 2022. Pameran ini merupakan inisiasi dari Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Pusat Studi Hukum dan Pertambangan (PUSHEP) dengan tujuan untuk memberikan pemahaman terkait energi bersih, ketahanan energi dan transisi energi Indonesia kepada masyarakat.
As Natio Lasman membuka kegiatan pameran ini dengan menyampaikan bahwa pameran ini merupakan wadah koordinasi DEN dan berbagai sektor untuk memastikan rencana transisi energi mencakup aspek kemandirian dan ketahanan energi. Isu ketahanan energi merupakan isu strategis dikarenakan pemanfaatan EBT saat ini adalah 12% dari total bauran energi nasional. Oleh karenanya, dalam menyusun peta jalan transisi energi, pemerintah senantiasa memperhatikan aspek availability (ketersediaan energi), affordability (harga energi yang terjangkau), accessibility (akses terhadap energi), dan acceptability (penerimaan sosial dan lingkungan) untuk memastikan Indonesia berhasil mencapai NZE dan ketahanan energi nasional," jelasnya.
Dalam pameran ini, Wakil Direktur I, Imelda Hutabarat menyampaiakan pemaparan tentang kompetensi lulusan PEP Bandung. Imelda menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak akan tercapai tanpa dibekali dengan soft skill yang mumpuni. PEP Bandung sebagai salah perguruan tinggi Vokasi di Indonesia siap memberikan lulusan mahasiswa yang kompeten dalam rangka menjawab tantangan dan kebutuhan industri pertambangan , dengan melimpah nya cadangan energi dan potensi mineral yang ada di Indonesia jangan sampai kita kelaparan di lumbung sendiri. Hal ini berhubungan dengan akan meningkatnya kebutuhan mineral-mineral kritis seiring dengan pemenuhan transisi energi menuju net zero emission.
Implementasi transisi energi perlu dikoordinasikan hingga tingkat provinsi. Dalam hal ini, implementasi RUED oleh perwakilan provinsi sangat penting. Dalam talk show berjudul “Implementasi RUED oleh beberapa perwakilan Provinsi dan stakeholder” yang diselenggarakan dalam rangkaian pameran. Baehaki sebagai perwakilan Provinsi Kaltim menjelaskan bahwa terdapat 3 lumbung energi di Indonesia yaitu Kalimanatan Timur, Kalimantan Selatan dan Riau. Kalimantan Timur memiliki pertumbuhan energi sebesar 2,5%. Menurut Baehaki, dalam implementasi kebijakan energi baru dan terbarukan harus ada kesamaan pemahaman antara pemerintah pusat dan daerah agar dapat menarik investor. Walaupun kondisi geografis Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, namun transisi ke energi tersebut masih merupakan suatu tantangan besar.



