Dua mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Angkatan 2024, Chandra Nur Ariansyah dan Rendra Ramadhan, melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di PT Stargate Mineral Asia, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memperoleh pengalaman serta memahami penerapan pengetahuan akademik dalam lingkungan industri pertambangan dan pengolahan mineral.
PT Stargate Mineral Asia merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan fasilitas pengolahan dan peleburan nikel di Konawe Utara. Dalam pelaksanaan Prakerin, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai kegiatan yang mendukung persiapan operasional fasilitas, termasuk pekerjaan konstruksi, mekanikal, instalasi listrik serta pengendalian mutu. Lingkungan tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami tahapan persiapan fasilitas pengolahan mineral sebelum memasuki tahap operasional.
Selama pelaksanaan Prakerin, Chandra dan Rendra mendapatkan kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam kegiatan di Departemen Quality Assurance and Quality Control (QA/QC). Melalui penempatan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai penerapan pengawasan dan pengendalian mutu terhadap berbagai pekerjaan di lingkungan industri, meliputi aspek sipil, mekanikal, dan instalasi listrik serta pemahaman mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi dan standar yang ditetapkan. Salah satu kegiatan yang diikuti mahasiswa adalah pemantauan pekerjaan pengecoran refractory pada furnace. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami tahapan pekerjaan sekaligus pentingnya pengawasan kualitas agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan teknis yang berlaku. Selain itu, mahasiswa juga secara berkala melakukan pengamatan lapangan di area smelter untuk mengikuti perkembangan pekerjaan dan persiapan fasilitas smelter. Pengalaman tersebut memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan berbagai pekerjaan sipil, mekanikal dan instalasi dalam mempersiapkan fasilitas pengolahan dan peleburan nikel.
Untuk memperluas pemahaman mengenai rangkaian kegiatan pertambangan nikel, Chandra dan Rendra juga memperoleh kesempatan mengunjungi stockpile nikel di Site Lameruru. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengamati pengelolaan dan penanganan material hasil tambang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan industri nikel.
Di samping kegiatan lapangan, mahasiswa turut memperoleh pengalaman dalam aspek administrasi dan dokumentasi di Departemen QA/QC. Keterlibatan dalam penyusunan dan penataan dokumen memberikan pemahaman mengenai pentingnya dokumentasi yang sistematis dalam mendukung proses quality assurance dan quality control di lingkungan industri.
Pelaksanaan Prakerin di PT Stargate Mineral Asia memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa Teknologi Metalurgi. Melalui kegiatan tersebut, Chandra dan Rendra tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengendalian mutu dan pekerjaan di lapangan, tetapi juga memahami keterkaitan antara kegiatan pertambangan, pengolahan mineral, pembangunan fasilitas serta aspek dokumentasi dalam industri nikel.
Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya kompetensi dan wawasan profesional mahasiswa serta menjadi bekal dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di bidang pertambangan, pengolahan mineral, dan industri terkait. (A)



