Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan serta mempersiapkan proses akreditasi, Tim Perpustakaan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan kegiatan studi banding ke Open Library Telkom University, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan layanan perpustakaan berbasis teknologi, penguatan manajemen dan strategi promosi untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Zaky dari Telkom University, kemudian dilanjutkan sambutan dari Rahadian Nopriantoko Kepala Unit Bahasa dan Perpustakaan (UBP) PEP Bandung yang menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh referensi dan praktik terbaik dalam pengelolaan perpustakaan sebagai bekal pengembangan layanan serta persiapan akreditasi Perpustakaan.
Dalam sesi utama, Kepala Open Library Telkom University, Pradikta memaparkan profil dan strategi pengembangan Open Library, termasuk pengalaman reakreditasi pada tahun 2025. Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan reakreditasi didukung oleh penguatan aspek teknologi informasi, layanan, pengelolaan koleksi serta pemenuhan standar sumber daya manusia. Selain itu, tingkat kunjungan perpustakaan yang mencapai sekitar 10–20 persen dari jumlah mahasiswa aktif menjadi indikator keberhasilan optimalisasi berbagai layanan dan program yang telah dijalankan.
Tim Perpustakaan PEP Bandung juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai inovasi layanan yang diterapkan di Open Library Telkom University. Berbagai layanan tersebut meliputi sistem absensi berbasis QR Code, digital library, koleksi e-book, layanan book delivery, unggah mandiri karya ilmiah, Tel-U Press, pengembangan e-proceeding, integrasi website perpustakaan untuk mendukung akreditasi, pengembangan layanan berbasis Chat AI hingga akses jurnal elektronik melalui layanan remote access.
Selain inovasi digital, Open Library Telkom University turut menghadirkan berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan aktivitas akademik pengguna, seperti ruang diskusi, mini studio, mini theater dan refreshment corner. Upaya peningkatan literasi dan promosi perpustakaan juga dilakukan melalui program Open Library Ambassador (Duta Baca) yang melibatkan mahasiswa sebagai agen promosi budaya literasi.
Pengembangan Open Library didukung oleh roadmap menuju Center of Knowledge 2028, pelaksanaan survei kepuasan dan kebutuhan pengguna secara berkala sebagai dasar penyusunan rekomendasi layanan serta dukungan kelembagaan yang menempatkan perpustakaan langsung di bawah koordinasi Rektor dengan alokasi anggaran yang memadai.
Melalui sesi diskusi, Tim Perpustakaan PEP Bandung memperoleh sejumlah rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan perpustakaan. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan koleksi cetak dan digital, pengembangan langganan jurnal elektronik melalui konsorsium bidang teknik, pembangunan identitas khas perpustakaan seperti Pojok Energi atau Museum Energi serta peningkatan integrasi sistem informasi perpustakaan dengan dukungan unit teknologi informasi. (FP)



