Rio Setiawan Idat, mahasiswa Program Studi Teknologi Pertambangan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung, melaksanakan praktik kerja industri sekaligus penelitian tugas akhir di PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Jobsite Lati, Kalimantan Timur. Penelitian ini berfokus pada evaluasi kondisi jalan tambang dengan menggunakan sistem deteksi kerusakan jalan berbasis MineCare serta uji laboratorium seperti California Bearing Ratio (CBR) dan analisis Unsurfaced Road Condition Index (URCI).
Dalam penelitiannya, Rio menemukan bahwa jalan tambang Singasari khususnya segmen A, B, C dan D memiliki tingkat kerusakan yang cukup tinggi. Hasil pengukuran Road Severity Index (RSI) menunjukkan rata-rata nilai 9,25 dengan total 91 kali kerusakan yang terdeteksi pada periode September hingga Desember 2024. Selain itu, hasil uji CBR menunjukkan kelemahan struktur pada lapisan atas perkerasan jalan dengan nilai rata-rata 34,01% pada kedalaman 10 cm.
Data dari sistem MineCare juga memperlihatkan bahwa Jalan Singasari menjadi jalur terpadat dengan 48 unit alat angkut yang beroperasi, melebihi rencana awal sebanyak 45 unit. Kondisi ini menyebabkan jalan cepat rusak dan menghambat kinerja alat angkut. Namun, setelah dilakukan perbaikan berupa grading, surfacing serta pemadatan, kecepatan rata-rata alat angkut meningkat dari 24,2 km/jam pada November menjadi 28,6 km/jam di bulan Desember. Nilai RSI pun menurun 22,36% dari 9,25 menjadi 7,19 pada Januari 2025.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan jalan tambang secara rutin sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas pertambangan. Evaluasi yang dilakukan Rio tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam praktik kerja industri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peningkatan efisiensi transportasi di dunia pertambangan Indonesia. (HW)



