Bandung - Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung telah melaksanakan Uji Kompetensi sebagai bagian dari rangkaian Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Pelindian yang diselenggarakan pada 29 Juni–4 Juli 2026. Kegiatan uji kompetensi dilaksanakan pada 4 Juli 2026 dengan melibatkan 17 mahasiswa sebagai asesi yang mengikuti proses asesmen kompetensi sesuai dengan standar yang berlaku.
Pelaksanaan uji kompetensi difokuskan pada dua unit kompetensi, yaitu Melakukan Pelindian dan Melaksanakan Pemisahan Padatan dan Cairan. Kedua unit tersebut menjadi dasar dalam menilai kemampuan peserta dalam melaksanakan proses pelindian, mengendalikan parameter operasi, menerapkan prosedur kerja yang benar, serta melakukan pemisahan padatan dan cairan hasil proses sesuai dengan ketentuan teknis dan keselamatan kerja.
Selain asesmen praktik, peserta juga mengikuti asesmen melalui wawancara kompetensi untuk mengukur penguasaan konsep dan pemahaman teknis terhadap berbagai aspek proses hidrometalurgi. Materi yang diases meliputi aglomerasi, pelindian (leaching), Carbon in Leach (CIL), heap leaching, presipitasi, pemurnian larutan, pemisahan padatan dan cairan, pengelolaan limbah B3, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta komunikasi timbal balik di lingkungan kerja. Asesmen dilakukan secara komprehensif untuk memastikan peserta tidak hanya memiliki keterampilan praktik, tetapi juga memahami prinsip kerja, prosedur operasional, dan aspek keselamatan yang mendukung pelaksanaan pekerjaan di industri.
Proses asesmen dilaksanakan oleh asesor kompetensi Rudiyansah, S.T., M.T. dan Fahny Ardian, S.T., M.T. dengan mengacu pada prinsip-prinsip asesmen kompetensi yang objektif, valid, reliabel, fleksibel, dan adil. Seluruh rangkaian asesmen berlangsung dengan tertib dan lancar, serta dilaksanakan sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam skema sertifikasi.
Melalui penyelenggaraan uji kompetensi ini, Program Studi Teknologi Metalurgi PEP Bandung terus berkomitmen meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kompetensi berbasis kebutuhan industri. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang profesional sehingga siap berkontribusi di bidang pengolahan mineral, khususnya pada proses hidrometalurgi dan operasi pelindian.



