Suasana selasar Laboratorium Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung pada Kamis 4 Juni 2026 tampak lebih semarak dari biasanya. Mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi Angkatan 2025 Kelas B menyelenggarakan kegiatan Science Fair 2026 sebagai bagian dari penilaian Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Kimia Fisik. Mengusung tema “Menjelajah Dunia Bersama Teknologi Metalurgi 2025 Kelas B”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, pemahaman konsep ilmiah, serta kemampuan mengkomunikasikan ilmu pengetahuan melalui berbagai proyek dan demonstrasi interaktif.
Science Fair merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam Mata Kuliah Kimia Fisik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk media edukatif, eksperimen sederhana, simulasi dan permainan ilmiah yang menarik. Pendekatan seperti ini sejalan dengan konsep pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan komunikasi ilmiah.
Berbagai tema dan inovasi ditampilkan oleh para mahasiswa. Salah satu kelompok menghadirkan simulasi bertajuk “The Freeze Zone” yang menjelaskan pengaruh media pendinginan terhadap perubahan suhu dan perilaku logam selama proses perpindahan panas melalui model interaktif yang dikombinasikan dengan miniatur area industri. Kelompok lainnya mengajak pengunjung memahami konsep korosi melalui permainan “Tebak Gambar” yang dikemas secara menarik dan edukatif. Sementara itu, terdapat pula demonstrasi eksperimen yang memperlihatkan pengaruh waktu terhadap suatu proses kimia dengan visualisasi yang mudah dipahami serta eksperimen terkait gunung api.
Tidak hanya menampilkan hasil proyek, para mahasiswa juga berperan sebagai presenter yang menjelaskan latar belakang ilmiah, prinsip kerja serta aplikasi konsep Kimia Fisik dalam dunia industri pertambangan dan metalurgi. Interaksi langsung antara peserta dan pengunjung membuat proses pembelajaran menjadi lebih hidup serta mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah.
Dosen pengampu Mata Kuliah Kimia Fisik menyampaikan bahwa Science Fair dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan kontekstual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan fenomena nyata yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari maupun di industri. Selain itu, mahasiswa juga belajar bekerja dalam tim, menyusun proyek, mengelola waktu dan mempresentasikan hasil karyanya secara profesional. Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan bagian penting dari kompetensi yang dibutuhkan oleh calon tenaga profesional di bidang metalurgi.
Antusiasme peserta dan pengunjung yang hadir menunjukkan juga bahwa Science Fair tidak hanya menjadi sarana evaluasi akademik, tetapi juga menjadi ajang berbagi pengetahuan dan menumbuhkan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Berbagai proyek yang ditampilkan membuktikan bahwa mahasiswa Teknologi Metalurgi Angkatan 2025 mampu mengemas konsep-konsep sains yang kompleks menjadi media pembelajaran yang menarik, kreatif dan mudah dipahami.
Melalui penyelenggaraan Science Fair 2026, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk terus berinovasi, mengembangkan rasa ingin tahu serta meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah yang akan menjadi bekal penting dalam mendukung kemajuan industri energi, pertambangan dan metalurgi di masa depan. (A)



