Kegiatan Short Term Training Scholarship Geothermal Energy Project Management (STTS-GEPM) 2026 berlangsung selama lima minggu, mulai dari 15 April 2026 sampai 20 Mei 2026 di Auckland, Selandia Baru. Program ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas 25 peserta dari Indonesia dan 5 peserta dari Filipina.
Peserta dari Indonesia berasal dari Kementerian ESDM, diantaranya perusahaan pengembang panas bumi seperti PT PLN (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), PT Geo Dipa Energy dan PT Star Energy Geothermal Indonesia. Selain itu, terdapat pula peserta dari Universitas Nusa Cendana Kupang serta Pemerintah Provinsi Bali. Adapun peserta dari Filipina berasal dari instansi pemerintah dan perusahaan swasta pengembang energi panas bumi. Salah satu peserta pelatihan ini adalah Dadan Wildan Dosen Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung dari Program Studi Teknologi Geologi.
Materi pelatihan disampaikan oleh para ahli yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang panas bumi. Para pemateri berasal dari Geothermal Institute University of Auckland, konsultan panas bumi seperti Jacobs dan Upflow serta profesional dari perusahaan panas bumi yang beroperasi di Selandia Baru, yaitu Mercury dan Contact Energy.
Program ini menyediakan pelatihan komprehensif yang mencakup seluruh siklus hidup proyek energi panas bumi. Peserta memperoleh pengetahuan dasar dan terapan mengenai sistem panas bumi, penilaian sumber daya, pengeboran, pengembangan hingga produksi energi. Selain itu, kursus ini juga mengintegrasikan dasar-dasar manajemen proyek, manajemen proyek terapan dan pengembangan studi kelayakan bisnis guna memperkuat kemampuan teknis dan praktis peserta.
Sebagai bagian dari kegiatan pelatihan, peserta mengikuti kunjungan lapangan selama tiga hari ke kawasan Wairakei dan sekitarnya yang berada di Taupo Volcanic Zone (TVZ), salah satu zona panas bumi utama di Selandia Baru. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai manifestasi panas bumi seperti mata air panas, steaming ground, fumarole dan lainnya. Sebagian besar manifestasi tersebut telah dikembangkan menjadi objek wisata yang dikelola pemerintah dan menjadi daya tarik utama pariwisata kawasan tersebut.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Champagne Pool, Primrose Terrace, Devil’s Home Crater yang dikenal sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film Lord of the Rings dan Thunder Crater. Peserta juga berkesempatan mengunjungi sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di sekitar Wairakei, yaitu Tauhara Power Station dan Te Huka Power Station milik Contact Energy serta Ngatamariki Power Station milik Mercury.
Pada kesempatan kunjungan lapangan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan budaya suku asli Selandia Baru, yaitu suku Maori melalui acara budaya yang menampilkan tarian khas Haka, jamuan dan pertunjukan seni tradisional Maori. (DW)



