BANDUNG 14 Mei 2026 – Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung mengikuti ajang kolaborasi internasional yang penting bagi industri pertambangan, metalurgi, sains, dan teknologi di Indonesia METCONNEX 2026, yang dimulai dari tanggal 11-13 Mei 2026. Kegiatan ini resmi dibuka pada Selasa, 12 Mei 2026, di Assembly Hall JICC Jakarta oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto. Acara ini bertujuan untuk membangun masa depan industri mineral yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Acara ini juga menekankan pentingnya hilirisasi mineral untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
METCONNEX 2026 merupakan sinergi antara sektor pertambangan di hulu dan metalurgi di hilir, yang menjadi kunci utama Indonesia dalam memperkuat kebijakan hilirisasi dan industrialisasi produk mineral dan batubara. Tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, kebutuhan investasi teknologi pengolahan dan pemurnian, dan tuntutan dekarbonisasi mendorong pelaku industri untuk mempercepat adopsi inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan METCONNEX 2026 ini diikuti oleh peserta nasional dan internasional mulai dari Pemerintah khususnya Kementerian ESDM, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi dan Kementerian Perindustrian, praktisi pertambangan dan metalurgi, akademisi dan pelaku industri di bidang pertambangan dan metalurgi baik dalam maupun luar negeri. PEP Bandung mengirimkan Dosen dan Mahasiswa Teknologi Metalurgi untuk mengikuti Technical Workshop, Conference dan juga Booth pameran. Dalam kegiatan pameran, PEP Bandung mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan PEP Bandung di kalangan industri, akademisi dan juga praktisi Metalurgi di Indonesia dan global.



