Politeknik Elektronika Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bertajuk Teaching Methodology and Gender pada tanggal 4–8 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dari berbagai politeknik dan institusi pendidikan vokasi di Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pengajaran yang inovatif, inklusif dan responsif gender. Para dosen peserta berasal dari berbagai institusi, antara lain Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Sriwijaya, PEM Akamigas, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Jakarta dan Politeknik Negeri Samarinda.
Perwakilan dosen dari PEP Bandung yang mengikuti kegiatan ini adalah Anisa Surya Wijareni dan Azarine Atha Pandani. Kegiatan ini juga melibatkan mitra internasional dari GFA-RESD dan SFUVET/EHB serta interpreter pendamping kegiatan. Selama lima hari pelaksanaan, para dosen mendapatkan berbagai materi mengenai metodologi pembelajaran modern, student-centered learning, project-based learning (PBL), pengembangan aktivitas kelas, strategi evaluasi pembelajaran serta penerapan pendekatan inklusif berbasis gender dalam proses belajar mengajar.
Selain membahas metodologi pengajaran, kegiatan ini juga mengangkat tema pengembangan teknologi energi terbarukan, khususnya baterai dan panel surya (solar cell). Diskusi dan praktik pembelajaran difokuskan pada bagaimana dosen dapat mengintegrasikan isu energi berkelanjutan ke dalam proses pembelajaran vokasi sehingga mahasiswa mampu memahami perkembangan teknologi energi masa depan dan kebutuhan industri energi modern. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, presentasi, refleksi pembelajaran dan praktik penyusunan strategi pengajaran. Para peserta aktif bertukar pengalaman terkait tantangan pembelajaran di institusi masing-masing serta mendiskusikan berbagai pendekatan untuk menciptakan suasana kelas yang lebih partisipatif dan efektif.
Selain penguatan kompetensi pedagogik, pelatihan ini juga menekankan pentingnya kesetaraan gender, keberagaman, komunikasi efektif dan penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi serta perkembangan industri energi berkelanjutan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama pada sesi praktik dan kerja kelompok yang mendorong kolaborasi antar dosen lintas institusi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. (A)



