Rifa’i Hidayatullah, mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park. Dalam kegiatan ini, Rifa’i mengikuti pembelajaran langsung terkait proses peleburan material di divisi furnace sebagai bagian dari pengenalan operasional industri pengolahan logam.
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) sendiri merupakan salah satu kawasan industri berbasis pengolahan nikel terbesar di Indonesia yang berlokasi di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kawasan ini terintegrasi mulai dari proses pengolahan bijih nikel hingga menjadi produk bernilai tambah seperti feronikel dan bahan baku industri baja tahan karat, sehingga menjadi pusat penting dalam rantai pasok industri logam global.
Kegiatan Rifa’i diawali dengan sesi briefing yang menjadi bagian penting dalam operasional harian. Pada sesi ini, disampaikan safety talk sebagai pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di area industri berisiko tinggi. Selain itu, dilakukan pula koordinasi terkait pekerjaan yang belum terselesaikan pada shift sebelumnya guna memastikan proses produksi berjalan optimal.
Memasuki tahap inti pembelajaran, Rifa’i mempelajari proses peleburan material kalsin, yaitu material hasil pemanasan awal yang telah siap untuk dilebur. Material tersebut dimasukkan ke dalam furnace dan diproses menggunakan metode Electric Arc Furnace (EAF), teknologi peleburan modern yang memanfaatkan energi listrik untuk menghasilkan suhu tinggi dalam waktu relatif singkat.
Di dalam furnace, material mengalami proses transformasi hingga menghasilkan feronikel, salah satu produk logam strategis yang banyak digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri stainless steel. Proses ini menuntut pengendalian yang cermat terhadap suhu, komposisi material, serta kondisi operasional lainnya.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan ini, Rifa’i memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses metalurgi di industri. Tidak hanya sekadar teori, ia juga belajar bagaimana penerapan teknologi dan prosedur kerja di lapangan menjadi kunci dalam menghasilkan produk berkualitas.
Pengalaman Prakerin ini diharapkan mampu membekali Rifa’i dengan kompetensi teknis dan kesiapan kerja yang lebih matang, sekaligus memperkuat peran mahasiswa PEP Bandung sebagai calon tenaga profesional yang siap berkontribusi di industri pertambangan dan metalurgi nasional. (A)



