Dalam rangka mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) bersama Renewable Energy Skills Development (RESD) menginisiasi penyelenggaraan Program Diploma IV Energi Baru Terbarukan (EBT). Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEP Bandung) dan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu (PEM Akamigas).
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, kedua institusi menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program D4 Energi Baru Terbarukan Tahun Akademik 2026/2027. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan mekanisme penerimaan mahasiswa melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sekaligus menyelaraskan berbagai aspek teknis pelaksanaan program.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah hal penting, mulai dari sistem pembelajaran, mekanisme pendaftaran mahasiswa, pengembangan kurikulum hingga potensi peserta yang dapat mengikuti program. Program D4 Energi Baru Terbarukan direncanakan menggunakan sistem pembelajaran hybrid, yaitu perkuliahan teori secara daring serta kegiatan praktikum secara luring yang dilaksanakan di kampus PEM Akamigas.
Selain itu, turut dibahas persyaratan pendaftaran mahasiswa melalui skema RPL yang mencakup kelengkapan dokumen administrasi dan proses asesmen. Jalur RPL yang tersedia terdiri dari dua tipe, yakni RPL Tipe A1 untuk pengakuan pendidikan formal dan RPL Tipe A2 untuk pengakuan pendidikan nonformal atau pengalaman kerja.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan informasi mengenai biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program RPL D4 Energi Baru Terbarukan sebesar Rp17.000.000. Pembukaan kelas akan dilakukan apabila jumlah peserta minimal mencapai 10 orang. Jika jumlah tersebut belum terpenuhi, masa pendaftaran dapat diperpanjang hingga maksimal Agustus 2026.
Dari sisi potensi calon mahasiswa, PEP Bandung memaparkan data yang menunjukkan adanya 134 mahasiswa aktif dan 305 alumni. Dengan demikian, terdapat potensi sebanyak 439 orang yang dapat ditawarkan untuk mengikuti Program D4 Energi Baru Terbarukan tersebut.
Kurikulum program juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Struktur kurikulum dirancang mencakup berbagai mata kuliah yang relevan dengan pengembangan energi bersih, seperti energi surya, sistem penyimpanan energi, SCADA, manajemen proyek serta Capstone Project sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek.
Hasil pertemuan menyepakati perlunya koordinasi lanjutan antara PEP Bandung, PEM Akamigas dan tim RESD dalam pengembangan kurikulum serta pembahasan lebih rinci mengenai pelaksanaan Capstone Project. Hal ini mempertimbangkan latar belakang mahasiswa yang sebagian besar berasal dari bidang geologi, pertambangan dan metalurgi, sehingga diperlukan penyesuaian dalam implementasi proyek akhir.
Dalam kesempatan tersebut, tim PEP Bandung juga melakukan kunjungan ke sejumlah laboratorium yang akan digunakan sebagai lokasi praktikum program D4 Energi Baru Terbarukan. Lokasi tersebut meliputi fasilitas praktik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) beserta sistem penyimpanan energinya di PEM Akamigas dan fasilitas praktik turbin air di Laboratorium Instrumen.
Kegiatan kunjungan laboratorium dipandu oleh Ketua PMB PEM Akamigas Tahun Akademik 2026/2027 bersama Ketua Program Studi D4 Energi Baru Terbarukan.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan program, di antaranya Wakil Direktur I PEP Bandung, Kepala Subbagian Akademik PEM Akamigas, Subkoordinator Kerja Sama PEP Bandung, Ketua Program Studi D4 Energi Baru Terbarukan PEM Akamigas, Ketua Panitia PMB PEP Bandung serta Ketua Panitia PMB RPL PEM Akamigas.
Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan proses persiapan PMB Program D4 Energi Baru Terbarukan Tahun Akademik 2026/2027 dapat berjalan dengan baik dan mampu menarik minat mahasiswa maupun alumni untuk melanjutkan pendidikan di bidang energi terbarukan. (FP)



