Rombongan delegasi dari Unit Laboratorium Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan kegiatan benchmarking pengelolaan laboratorium ke Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti di Kota Jakarta pada Rabu 25 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan langkah strategis institusi dalam rangka meningkatkan standar mutu pelayanan dan tata kelola fasilitas praktikum bagi mahasiswa.
Tujuan utama dari benchmarking ini adalah untuk berdiskusi dan meninjau langsung praktik manajemen laboratorium, sistem pengelolaan dan pemeliharaan alat serta penerapan manajemen lingkungan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Delegasi PEP Bandung secara khusus menyasar fasilitas laboratorium yang berada di bawah Program Studi Teknik Pertambangan dan Program Studi Teknik Geologi. Belasan fasilitas unggulan ditinjau dalam agenda ini, termasuk di antaranya Laboratorium Petrologi dan Mineralogi, Analisa Kualitas Batubara, Mekanika Batuan hingga Laboratorium Komputasi Pertambangan.
Dari hasil kunjungan tersebut, delegasi PEP Bandung mencatat bahwa Universitas Trisakti telah mengimplementasikan manajemen K3 dengan baik. Setiap laboratorium dikelola dengan struktur organisasi yang jelas dan terdiri dari kepala laboratorium, kepala praktikum dan laboran atau admin. Guna mendukung akreditasi program studi maupun laboratorium, seluruh tenaga laboran atau Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) diwajibkan memiliki sertifikasi, seperti Sertifikasi K3 Umum dan pengelolaan laboratorium. Pembagian zonasi ruang juga tertata rapi, memisahkan area praktikum, ruang penyimpanan alat, ruang dosen dan ruang staf.
Aspek pemeliharaan aset dan digitalisasi sistem kerja turut menjadi sorotan utama. Dokumen administratif operasional laboratorium seperti tata tertib, prosedur K3, instruksi kerja alat, modul hingga Standar Operasional Prosedur (SOP) pengujian telah didigitalisasi menjadi sistem paperless. Mahasiswa dan staf cukup memindai barcode yang disediakan di ruangan untuk mengakses dokumen tersebut. Untuk menjaga presisi pengujian, kalibrasi instrumen dilakukan secara berkala antara 6 bulan hingga 1 tahun sekali. Selain itu, pengelolaan limbah praktik dijalankan secara profesional dengan menampungnya pada jerigen khusus untuk diangkut dan diolah oleh pihak ketiga setiap 6 bulan sekali.
Kesiapan mutu bertaraf internasional juga mulai diupayakan oleh pihak kampus. Sebagai contoh Laboratorium Mekanika Batuan dan Laboratorium Analisis Batubara saat ini tidak hanya melayani sivitas akademika, tetapi juga telah menerima layanan pengujian dari pihak eksternal. Fasilitas tersebut kini sedang dalam tahap mempersiapkan berbagai persyaratan untuk menuju akreditasi pengujian ISO 17025. Berbagai praktik baik dari studi banding ini diharapkan dapat menjadi rujukan berharga bagi peningkatan mutu layanan PEP Bandung ke depannya. (HW)



