Pembelajaran di kelas tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga diwujudkan dalam praktik nyata di laboratorium. Hal inilah yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi melalui kegiatan praktikum elektrometalurgi tembaga dengan menggunakan larutan tembaga sulfat (CuSO₄) sebagai media elektrolit.
Dalam mata kuliah Elektrometalurgi, mahasiswa sebelumnya telah mempelajari teori mengenai reaksi reduksi-oksidasi, prinsip kerja sel elektrolisis hingga konsep efisiensi arus. Melalui praktikum ini, teori tersebut diaplikasikan secara langsung dalam proses elektrodeposisi tembaga. Dengan menggunakan sumber arus searah (DC), ion Cu²⁺ dalam larutan bergerak menuju katoda dan mengalami reaksi reduksi sehingga mengendap sebagai logam tembaga murni.
Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengoperasikan rangkaian sel elektrolisis, mengontrol parameter proses seperti kuat arus, tegangan, waktu elektrolisis dan konsentrasi larutan serta melakukan analisis terhadap hasil endapan yang terbentuk. Pengukuran perubahan massa elektroda dilakukan untuk menghitung efisiensi arus (current efficiency) dan membandingkannya dengan perhitungan teoritis berdasarkan Hukum Faraday.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung keterkaitan antara perhitungan matematis, konsep elektrokimia dan hasil fisik yang diperoleh di laboratorium. Proses yang dipelajari juga merepresentasikan salah satu metode pemurnian tembaga yang banyak diterapkan di industri, yaitu electrorefining sehingga memberikan gambaran kontekstual mengenai praktik di dunia kerja.
Melalui kegatan praktikum ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep elektrometalurgi secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dalam mengaplikasikannya. Praktikum ini menjadi wujud nyata pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi di industri pertambangan dan metalurgi. (A)



