Pada hari Selasa, 18 November 2025, Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung menerima kunjungan resmi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh dalam rangka membahas program beasiswa Pemerintah Aceh untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan. Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah Aceh dalam memperluas akses pendidikan vokasi bagi putra-putri daerah yang berpotensi berkontribusi di industri pertambangan.
Kedatangan tim BPSDM Aceh disambut oleh Wakil Direktur III Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan dan Alumni PEP Bandung, Dr. forest. Tedi Yunanto, S.Hut., M.Si.. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai peluang sinergi antara program BPSDM Aceh dan kapasitas pendidikan vokasi yang dimiliki PEP Bandung, terutama dalam bidang energi dan pertambangan yang menjadi fokus institusi.
BPSDM Aceh memaparkan bahwa program beasiswa Pemerintah Aceh diarahkan untuk memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat Aceh, dengan prioritas utama bagi masyarakat yang berada di wilayah lingkar tambang. Kebijakan ini menjadi strategi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa masyarakat sekitar kawasan industri pertambangan dapat meningkatkan kompetensi, memperoleh pendidikan yang relevan, dan berperan aktif dalam pembangunan sektor energi dan pertambangan di Aceh.
PEP Bandung menyampaikan respons positif terhadap rencana kerja sama tersebut. Melalui sambutannya, Dr. forest. Tedi Yunanto, S.Hut., M.Si. menegaskan bahwa PEP Bandung siap mendukung peningkatan kualitas SDM Aceh melalui penyediaan pendidikan vokasi berstandar industri, fasilitas laboratorium yang lengkap, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik. PEP Bandung juga membuka peluang untuk melakukan sosialisasi program studi kepada calon penerima beasiswa guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pilihan pendidikan yang tersedia.
Pertemuan ini menjadi titik awal bagi penyusunan mekanisme kolaborasi yang lebih terstruktur antara PEP Bandung dan BPSDM Aceh. Ke depan, kedua institusi akan menindaklanjuti diskusi ini dengan penyusunan rencana kerja sama formal yang mencakup seleksi penerima beasiswa, penguatan kurikulum vokasi, serta potensi praktik industri bagi mahasiswa asal Aceh. Kolaborasi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas SDM lokal di sektor energi dan pertambangan. (LA)



