WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Dampak Penggunaan Merkuri dalam Pengolahan Emas

24 Agustus 2022

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) PEP Bandung yang diketuai oleh Imelda Hutabarat melaksanakan sosialisasi tentang dampak merkuri dalam mengolah emas di Gedung Serbaguna PT ANTAM Kecamatan Nanggung Bogor pada  24 Agustus 2022. Dalam sosialisasi tersebut, narasumber tidak hanya datang dari kalangan teknis tetapi juga ada dokter yang menjelaskan dampak merkuri terhadap kesehatan. Seminar ini dihadiri oleh siswa SMA yang ada disekitar Kecamatan Nanggung.

Kepala Sub Bagian Pendidikan di Kecamatan Nanggung memberikan sambutan baik terhadap terlaksananya program pengabdian ini. Menurutnya, Kecamatan Nanggung perlu mensyukuri sumber daya alam yang melimpah khususnya cadangan emas di pongkor. Cadangan emas tersebut dibantu Kelola oleh PT ANTAM. Oleh karena itu, para siswa perlu memiliki pengetahuian tentang pengolahan emas yang baik dengan memperhatikan faktor keselamatan dan lingkungan.

Imelda Hutabarat selaku dosen metalurgi dan Wakil Direktur I PEP Bandung memaparkan tentang dampak pengolahan emas dengan merkuri.  emas merupakan logam berharga yang biasa diolah menggunakan merkuri karena adanya reaksi amalgamasi. Merkuri ini merupakan bahan kimia yang berbahaya. Penambang tradisional mengolah amalgam emas dan merkuri dengan dibakar yang tak jarang mengabaikan faktor keselamatan. Pembakaran merkuri ini sering dilakukan di dalam rumah maupun dengan tungku terbuka sehingga uap merkuri dapat terhirup oleh masyarakat. Untuk mengatasi dampak ini, karbon aktif dapat digunakan untuk mereduksi dan mengabsorbsi merkuri agar tidak mencemari lingkungan.

Baringin Manik selaku dokter dan kepala puskesmas kecamatan Nanggung memaparkan lebih dalam tentang bahaya merkuri terhadap masyarakat. Ada beberapa gejala gejala yang muncul setelah terpapar merkuri. Paparan merkuri bisa melalui udara (terhidup), terpapar cairan merkuri, dan tertelan. gejala yang perlu diperhatikan adalah mudah marah, grogi, gangguan kejiwaan, insomnia, kulit mengelupas, mati rasa , kebas, sembelit, muntah, hingga kematian. selain itu, paparan merkuri juga akan berdampak pada bayi dan janin. gejala yang timbul dari paparan merkuri pada bayi adalah iritasi kulit hingga kebotakan. para peserta diharapkan menjadi agen pengedukasi masyarakat tentang bahaya paparan merkuri. “ Saya harap adik adik siswa disini dapat menyerap ilmu ini dengan baik dan mengedukasi lingkungan sekitar jika masih ada penambang yang menggunakan merkuri untuk dapat lebih berhati – hati “ pesannya kepada hadirin seminar PkM.

Hoppy Adiputra yang mewakili manajer proses PT ANTAM menjelaskan tentang pengolahan emas di pongkor dan menjalankan program CSR untuk lingkungan sekitar Pongkor. UBPE Pongkor mulai beroperasi sejak tahun 1994. Hoppy menjelaskan bahwa terdapat 3 jenis bijih emas yaitu free mill, refractory, kompleks. Jenis bijih ini mempengaruhi proses pengolahan serta penanganan tailing dari pabrik pengolahan. PT ANTAM memiliki baku mutu pertambangan yang mencakup kriteria TSS dan pH untuk limbah tailingnya. pengolahan tailing dimulai dengan menampung ke tailing dam. Overflow dari tailing dam akan dialirkan ke IPAL Cikaret dan diolah denagn menambahkan peroksida, flokulan dan koagulan untuk memastikan TSS, pH, dan kandungan sianida tidak melewati ambang batas. “ kami memiliki tailing dan pengolahan limbah yang memastikan limbah cair yang dibuang ke lingkungan berada di bawah ambang batas yang ditentukan pemerintah “ jelasnya. selain limbah proses, air limbah mulut tambang juga diolah sebelum dilepaskan ke lingkungan. setelah proses penambangan , PT ANTAM juga  telah merencanakan program pasca tambang dan akan melakukan reklamasi setelah proses penambangan.

Tedi Yunanto selaku wakil direktur dan ahli reklamasi di PEP Bandung menjelaskan tentang dampak lingkungan akibat penggunaan merkuri.  Dampak yang besar akibat pembuangan merkuri ke lingkungan juga telah digambarkan oleh konvensi minamata. “ konvensi minamata membuka mata dunia tentang bahaya merkuri terhadap lingkungan. Diawali pencemaran sungai dan ikan yang kemudian dimakan oleh manusia sehingga terdapat sekitar 120 orang yang meninggal akibat merkuri “ jelasnya. Hal ini menggambarkan bahwa pembuangan limbah merkuri akan mencemari seluruh ekosistem lingkungan.

Kampus PEP Bandung merupakan politeknik yang mengedukasi masyarakat tentang proses penambangan mineral hingga ke pengolahannya. Program ini menjelaskan fokus PEP Bandung untuk menghasilkan anak didik yang profesional dan berorientasi pada kelestarian lingkungan. 


Community Service on the Impact of processing gold with mercury for high school students in Nanggung District which was opened by representatives from Nanggung sub-district.
The presentation of material 1 was delivered by Dr.  Mont Imelda Hutabarat Regarding the introduction of the profile and study program of PEP Bandung and the dangers of processing gold using mercury which include:
1.     Definition of mercury
 2.     Recovery
 3.     Dangers of mercury poisoning
 4.     Prevention of Hg escaping as vapor with a retort system
 5.     Waste water treatment
Exposure 2 was delivered by a doctor from the Kec nanggung health center regarding the impact of mercury on public health caused by processing and burning gold using mercury.
From some of these presentations, it is known that several high school students from the Nanggung sub-district used to have direct contact with mercury without knowing the dangers they get. When exposed to mercury and the existence of this community service by involving high school students throughout the sub-district of Nanggung, they know the dangers caused if we are exposed to mercury directly.

The next presentation was explained by PT ANTAM which was presented by Mr. Hoppy, explaining the gold processing process at PT ANTAM and the tailing process and tailing treatment at PT ANTAM.  PT ANTAM also explained that the use of cyanide and mercury are both harmful to the body, but cyanide can still be controlled because it is more volatile than mercury.  Several students asked about the planning stage that occurred at PT ANTAM, the reclamation process of PT ANTAM and how the changes in the gold processing process occurred at PT ANTAM.

The last presentation was given by Dr.forest tedy yunanto, S.Hut.,M.Si. he did not give much exposure about the impacts and dangers of using mercury, but he did provide an explanation of waste water and air that must be treated in accordance with environmental quality standards.