Pada hari Jumat-Sabtu, 10-11 Juni 2022, dua orang dosen Prodi Teknologi Geologi melaksanakan survei pendahuluan dalam rangka pelaksanaan penelitian/riset PEP Bandung Tahun 2022 dari Prodi Teknologi Geologi. Kedua dosen tersebut adalah Oman Abdurahman (NIDN: 3514126101) dan Dadan Wildan (NIDN: 3531077101). Sedangkan topik judul penelitian dimaksud adalah: “Karakterisasi Singkapan Batubara pada Formasi Walat di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat untuk Pengembangan Lokasi Kuliah Lapangan Geologi Batubara PEP”. Adapun lokasi survei pendahuluan ini adalah lahan tambang daerah kerja PT Java Protam di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Singkapan batubara di wilayah Pulau Jawa termasuk sangat sedikit atau langka dijumpai. Sementara itu, program studi geologi sangat memerlukan keberadaan singkapan-singkapan geologi yang terjangkau sebagai lokasi kuliah atau kunjungan lapangan. Salah satu singkapan batubara di Pulau Jawa teridentifikasi dijumpai di wilayah Kecamatan Cibadak, Kab. Sukabumi, sehingga untuk menjadikan lokasi tersebut layak dijadikan sebagai lokasi kinjungan lapangan MK Praktikum Geologi Batubara, perlu dilakukan survei pendahuluan, Kagiatan survei pada hari pertama difokuskan untuk mencari singkapan batubara di area penambangan batupasir kwarsa yang termasuk areal kerja PT. Java Protam.
Sedangkan pada hari kedua, survei dilakukan di daerah kerja PT. Hexa Semesta Global. Keduanya di sama-sama disusun oleh batuan Formasi Gunung Walat, dan lokasinya berdekatan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Hasil kunjungan ke lokasi penambangan PT. Java Protam mendapatkan singkapan batubara yang cukup baik, dengan tebal sekitar 30 cm, menerus sepanjang kl. 200 meter pada sebuah bukit. Posisi singkapan tersebut berada pada koordinat 106o 47’28,4” BT dan 6o54’21,4” LS, ketinggian 272,75 m.dpl. Secara stratigrafi, kedudukan batubara tersebut berada di bagian atas (lebih muda) dari lapisan batupasir kerikilan (pebbly sandstone) yang khas dari Formasi Walat. Lokasi singkapan batubara dan batuan di sekitarnya cukup ideal untuk dijadikan lokasi kunungan atau praktikum lapangan MK Praktikum Geologi Batubara, bahkan juga MK Sedimentologi, MK Stratigrafi dan lainnya. Hari kedua, penelitian hanya sampai di kantor PT. Hexa Semesta Global (HSG), dan tidak berlanjut ke lapangan tempat terdapatnya singkapan batubara. Hal ini dikarenakan kedua peneliti tidak memperoleh izin dari pengelola lahan setempat di kawasan di lapangan.
Survei harus terlebih dahulu mengirikan surat permohonan ke kantor pusat PT. HSG tersebut di Jakarta. Namun demikian, dari bentang alam yang tampak dari kejauhan, keterdapatan singkapan lapisan batubara di areal PT. HSG tidak akan jauh berbeda dari lokasi penemuan sebelumnya. Yakni, lapisan batubara berada di bagian atas dari Formasi Walat, setelah singkapan batupasir kerikilan. Guna memperoleh data yang lebih banyak lagi tentang singkapan batubara yang langka di Pulau Jawa ini, penelitian akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, penelitian rinci dalam beberapa bulan ke depan.



