Kutai Barat –
Sebuah penelitian menarik dilakukan oleh Syarifah Andina Gusman, mahasiswi
Program Studi Teknologi Pertambangan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP)
Bandung. Dalam tugas akhirnya, ia meneliti tentang “Analisis Pengaruh
Intensitas Curah Hujan terhadap Total Moisture Batubara Area Stockpile pada PT
Graha Panca Karsa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur”. Penelitian ini
berfokus pada hubungan antara curah hujan dengan kadar air batubara yang
berpengaruh besar terhadap kualitas energi yang dihasilkan.
Penelitian ini
dilaksanakan selama praktik kerja industri di PT Graha Panca Karsa, Kutai
Barat, Kalimantan Timur, pada periode Januari hingga Maret 2025. Data yang
dikumpulkan mencakup uji laboratorium kualitas batubara, data curah hujan,
serta kondisi suhu udara. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas curah
hujan berpengaruh cukup signifikan terhadap kadar kelembapan batubara dengan
nilai korelasi sebesar 0,69. Artinya, sekitar 48% variasi kadar air dalam
batubara dapat dijelaskan oleh curah hujan.
Syarifah
menjelaskan, tingginya kadar air dalam batubara menyebabkan turunnya nilai
kalor, sehingga efisiensi pembakaran pun menurun. Dengan demikian, faktor cuaca
terutama curah hujan menjadi tantangan penting dalam menjaga kualitas batubara
di stockpile. Ia merekomendasikan agar perusahaan lebih memperhatikan prosedur
penanganan batubara, termasuk waktu pengambilan sampel dan sistem drainase di
area penyimpanan.
Melalui penelitian ini, Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung berharap hasil riset mahasiswanya dapat memberi kontribusi nyata bagi industri pertambangan di Indonesia. Khususnya, penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengelolaan batubara yang lebih efektif agar kualitas tetap terjaga meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem di lapangan.



