Bandung – Aisha
Permatasari, mahasiswa Program Studi Teknologi Geologi Politeknik Energi dan
Pertambangan (PEP) Bandung, baru saja menyelesaikan pengalaman berharga melalui
kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).
Kegiatan tersebut berlokasi di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau,
Provinsi Kalimantan Barat, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil
bauksit di Indonesia.
Selama prakerin,
Aisha terjun langsung dalam berbagai tahapan eksplorasi bauksit. Dimulai dari
proses administrasi perizinan, pemetaan geologi, penentuan lokasi test pit,
pembuatan test pit, pengeboran, pengambilan sampel (sampling), hingga
pengolahan dan penginputan data ke dalam database.
Tak hanya itu,
Aisha juga mendapatkan kesempatan untuk mengoperasikan berbagai peralatan
eksplorasi penting, seperti penggunaan total station dalam menentukan
titik test pit serta pengoperasian mesin bor. Pengalaman tersebut menjadi bekal
berharga untuk memahami praktik lapangan dunia tambang secara nyata.
Pada tahap
pengolahan sampel, Aisha terlibat dalam proses pencucian sampel bauksit dari Crude
Bauxite (CBx) menjadi Washed Bauxite (WBx). Proses ini bertujuan
untuk memisahkan bijih bauksit dari mineral pengotor seperti tanah liat (clay)
dan pasir silika, sehingga kualitas bauksit menjadi lebih tinggi.
Sebelum
dilakukan analisis laboratorium, sampel bauksit juga melalui tahap preparasi
kering. Dalam proses ini, sampel terlebih dahulu dioven hingga kering, kemudian
dihancurkan menggunakan alat roll crusher hingga berukuran 3–5 mm, dan
dihaluskan kembali dengan pulverizer sampai mencapai ukuran -200 mesh.
Menurut Aisha,
pengalaman yang diperoleh selama prakerin di PT ANTAM tidak hanya memperkaya
pengetahuan akademis, tetapi juga membuka wawasan tentang dunia kerja
sesungguhnya di industri pertambangan. “Saya banyak belajar mengenai tahapan
eksplorasi bauksit dan bagaimana setiap proses sangat penting untuk
menghasilkan data yang akurat serta kualitas sampel terbaik, hal terpenting
dalam eksplorasi ternyata bukanlah teknis namun bagaimana cara komunikasi yang
baik dalam melakukan perizinan.” ungkapnya.
Kegiatan
prakerin ini sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan
dan industri, sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di
kampus secara langsung di lapangan.



