Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung mengadakan kuliah umum bertajuk
“Mineral Processing Technology dari Rock” pada Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Ruang 4.1
PPSDM Geominerba. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Ir. Tri Adi Sugiarto, S.T.,
M.K.K.K., MAusIMM (CP), yang telah memiliki pengalaman luas dalam industri pertambangan
baik di Indonesia maupun mancanegara. Kuliah umum dimulai pukul 14.30 WIB dengan sesi
pembukaan oleh MC, dilanjutkan pemaparan materi utama, sesi tanya jawab, foto bersama,
dan ditutup pada pukul 16.20 WIB.
Dalam pemaparannya, Ir. Tri Adi Sugiarto membahas berbagai aspek penting dalam teknologi
pengolahan mineral, dimulai dari proses pengembangan penambangan (mining
development) hingga pengolahan bijih (ore processing). Proses mining development
mencakup studi kelayakan, perizinan, serta desain tambang sebagai dasar pelaksanaan
operasi penambangan yang efisien dan berkelanjutan. Sementara itu, aktivitas penambangan
melibatkan pengeboran, peledakan, hingga pengangkutan bijih ke pabrik pengolahan. Setelah
bijih ditambang, proses pengolahan dilakukan melalui tahapan seperti penghancuran,
penggilingan, pemisahan, dan pemulihan mineral untuk menghasilkan emas bullion yang
bernilai jual tinggi.
Ir. Tri juga menjelaskan pentingnya drill core, yakni sampel silinder hasil pengeboran, sebagai data penting untuk mengevaluasi kandungan mineral, struktur geologi, dan perencanaan tambang. Selanjutnya, metallurgical testwork dibahas sebagai dasar untuk memilih metode pemrosesan yang tepat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor mineralogi seperti keberadaan emas dalam mineral sulfida, sifat pelarutan, dan keberadaan mineral pengganggu. Beliau juga memperkenalkan pendekatan GeoMetallurgical, yaitu metode integrasi data geologi dan metalurgi untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan risiko operasional dalam pengolahan mineral.
Berbagai opsi pemrosesan bijih turut disampaikan, termasuk amalgamasi, konsentrasi gravitasi, flotasi, pirometalurgi, hidrometalurgi, hingga pengolahan bijih refraktori. Pemilihan metode disesuaikan dengan karakteristik bijih, kadar logam, dan aspek ekonomi proyek, dengan tujuan memaksimalkan recovery logam dan keberlanjutan lingkungan. Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan menanyakan tentang pentingnya blending bijih, teknik sampling yang representatif, serta peluang kerja di luar negeri bagi lulusan D3. Ir. Tri memberikan jawaban yang informatif, serta motivasi bahwa dengan bekal kompetensi teknis dan kemampuan komunikasi yang baik, mahasiswa D3 pun memiliki peluang karier yang terbuka lebar, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang proses dan tantangan dalam pengolahan mineral, serta wawasan karier di industri pertambangan global. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga memberikan motivasi dan inspirasi bagi para calon metalurgis muda Indonesia.



