Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) menyelenggarakan Human Capital Summit (HCS) 2025 dengan tema “Accelerating the Workforce Transformation for Downstream Growth and Energy Security towards Energy Transition in Indonesia” pada tanggal 3-4 Juni 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari HCS pertama yang diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2023, yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
Pembukaan HCS 2025 (3/6/2025) dilakukan secara resmi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Human Capital Summit 2025 sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah Republik Indonesia, untuk menjamin ketersediaan energi, mendorong hilirisasi dan industrialisasi ESDM, serta menyukseskan transisi energi. “Kita tengah berada di persimpangan strategis. Dunia, termasuk Indonesia, sedang menghadapi tiga tantangan besar yaitu menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional dalam menghadapi dinamika global, geopolitik, dan disrupsi rantai pasok. Kemudian mendorong hilirisasi sumber daya alam agar memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Dan yang ketiga adalah melaksanakan transisi energi menuju Net Zero Emission tahun 2060, atau lebih cepat. Ketiga agenda besar ini saling berkaitan satu sama lain dan tidak mungkin dicapai tanpa satu pondasi utama: sumber manusia Indonesia yang tangguh, adaptif, dan siap bertransformasi dalam mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia,” kata Bahlil.
"Transformasi sektor energi tidak akan berhasil tanpa transformasi sumber daya manusianya. Dokumen ini menjadi arah bersama untuk memastikan pekerja Indonesia siap menjadi pelaku utama dalam ekonomi hijau," ujar Menteri ESDM dalam sambutannya.
Lima opsi kebijakan strategis yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Transisi Energi.
2. Transformasi SDM Subsektor Migas dan Geominerba untuk Mendukung Dekarbonisasi dan Transisi Energi.
3. Penguatan Kemitraan Multipihak dan Tata Kelola Kolaboratif.
4. Pengembangan Skema Pembiayaan Berkelanjutan untuk SDM Energi Bersih.
5. Pengembangan Sistem Informasi dan Perencanaan Tenaga Kerja Berbasis Data.
Disampaikan pula oleh Bahlil Lahadalia bahwa Pemerintah telah mengambil langkah-langkah nyata melalui beberapa program strategis, termasuk Peta Jalan Transisi Energi yang mencakup proyeksi kebutuhan energi dan infrastruktur yang dibutuhkan, serta Hilirisasi dan Industri Hijau yang mendorong hilirisasi nikel, tembaga, aluminium, dan mineral strategis lainnya, serta pengembangan industri hijau seperti baterai kendaraan listrik, hidrogen, dan bioenergi, yang akan memerlukan jutaan tenaga kerja baru di masa depan. Selain itu, terdapat program Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia melalui pengembangan Standar Kompetensi di sektor energi dan sumber daya mineral, serta kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kompetensi SDM. Program Kemitraan Dunia Usaha dengan Dunia Pendidikan juga digalakkan untuk membangun kemitraan aktif antara perusahaan energi dan sekolah vokasi yangmenumbuhkan program magang industri yang saling melengkapi dan saling menguntungkan, program beassiswa baik bagi umum dan lingkar tambang serta program rekuitmen yang memenuhi kebutuhan kedua belah pihak.
Di kesempatan ini hadir pula Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Perkasa Roeslani yang membahas tentang “Perencanaan Masa Depan: Arah dan Kebijakan Strategis untuk Investasi di Industri Hilir”. Juga Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang membahas tentang “Inovasi Unggul Badan Usaha Milik Negara: Kunci untuk Menjamin Masa Depan Energi”. Sedangkan pada hari ke-2 hadir Menteri Ketenagakerjaan Yassierli selaku pembicara utama yang membahas tentang “Pertumbuhan Industri Energi dan Pertambangan: Kebijakan Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia”.
Pada kesempatan ini, sekaligus Menteri ESDM berkunjung ke stand KESDM dan mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral dan berdiskusi dengan Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung. Dalam kesempatan ini Meneteri ESDM menyampaikan dukungan untuk proses pendidikan yang dilakukan PEP Bandung khususnya program magang industri, program beasiswa lingkar tambang dan pendirian kampus PEP Bandung dengan kelengkapan laborarotium dan workshop untuk mendukung proses belajar mengajar yang berbasis praktik (70%) sehingga lulusan siap kerja, kompeten dan tersertifikasi di industri pertambangan dan metalurgi dalam rangka mendukung program nasional hilirisasi mineral dan batubara.
Terselenggaranya HCS 2025 ini diharapkan dapat menjadi platform vital untuk mendorong pengembangan human capital yang kompeten dalam mencapai transisi energi, serta membuka jalan bagi keberlanjutan nasional dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Summit ini mempertemukan lebih dari 2000 peserta dalam diskusi panel dan 2.500 pengunjung area pameran. Para pemangku kepentingan yang diundang meliputi kementerian dan lembaga pemerintah pusat, kedutaan asing, lembaga nasional dan internasional, pemerintah provinsi dan kota/kabupaten, entitas industri/bisnis, asosiasi, akademisi dan mahasiswa, institusi pelatihan dan pendidikan vokasi, serta mitra pembangunan.
Selama dua hari penyelenggaraan HCS 2025 terdapat sesi panel yang juga diisi oleh Direktur PEP Bandung Imelda Hutabarat yang menyampaikan materi Setting Up Skilled Workforce for Indonesia’s Downstream Mineral and Coal Industry: Vocational Education Strategy bersama dengan CNGR Advanced Material Co. Ltd., Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Kementer, Ministry of Foreign Affairs and Trade of New Zealand dan PT. Bayan Resources. Materi ini disampaikan pada Hari kedua pada Panel 3 dengan tema: Mining and Energy Vocational Session Strengthening Vocational Education for Skilled Workforce towards NZE Era. Selain itu terdapat ada sesi talk show di area booth yang membahas pengembangan kompetensi di industri minyak dan gas, mineral dan batubara, ketenagalistrikan, energi baru dan energi terbarukan, serta pengembangan pendidikan vokasi. Area booth juga diramaikan oleh para exhibitor diantaranya terdapat booth Kementerian ESDM, PT. Pertamina (Persero), PT. PLN (Persero), PT. Mineral Industri Indonesia (MIND ID), CNGR, PT. Bayan Recources Tbk. dan masih banyak lagi.



