WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Update Alumni Metalurgi dari Manyar Gresik Jawa Timur

14 Mei 2025

Update Alumni kali ini mengangkat cerita dari Alumni yang bekerja di PT. Freeport Indonesia Project Manyar Gresik Jawa Timur oleh Dikri Fajar Ramadhan yang biasa dipanggil Dikri. Dikri merupakan lulusan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Program Studi Teknologi Metalurgi Angkatan 2020 dan diwisuda pada tanggal 9 Agustus 2023.

Sebagai salah satu alumni Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung, Dikri berhasil menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa menjadi bekal nyata untuk terjun ke industri pertambangan. Dikri resmi bergabung dengan PT Freeport Indonesia pada akhir September 2023 yaitu 1 (satu) bulan setelah diwisuda pada Agustus 2023 tepatnya di unit Smelting and Refining. Menariknya, saat proses rekrutmen berlangsung, Dikri berkesempatan mendapat panggilan wawancara dari dua departemen sekaligus yaitu, Electro Refinery yang fokus pada pemurnian logam melalui proses elektrolisis, serta Precious Metal Refinery yang menangani pengolahan anode slime menjadi logam mulia seperti emas dan perak.

Perjalanan menuju posisi tersebut tentu tidak mudah. Proses seleksi terbilang sangat ketat, dengan ribuan pelamar dari berbagai daerah. Salah satu tantangan utamanya adalah syarat pengalaman minimal dua tahun di industri.

“Persaingannya luar biasa. Tapi saya percaya diri karena kuliah di PEP sudah dibekali banyak hal, mulai dari sertifikasi K3, pelatihan teknis, sampai kerja praktik langsung selama setahun di industri tambang. Itu jadi modal besar buat saya,” ujarnya.

Informasi mengenai lowongan kerja ini ia dapatkan melalui jaringan kampus PEP Bandung yang aktif menyalurkan lulusannya ke industri pertambangan. Selain itu, Dikri juga memanfaatkan media sosial dan situs resmi perusahaan sebagai sumber informasi tambahan.

Persiapan yang dilakukan pun cukup menyeluruh. Dikri memperbaiki dan memperkuat isi CV, membangun profil profesional di LinkedIn, hingga mempelajari teknik menjawab wawancara kerja dengan baik dan benar. Ia juga menggali informasi teknis seputar bidang kerja yang dilamar agar bisa menjawab dengan tepat saat seleksi.

“Saya benar-benar belajar dari awal. Saya cari tahu semua tentang posisi yang saya lamar, bagaimana prosesnya, istilah teknisnya, sampai hal-hal kecil seperti cara menjawab pertanyaan wawancara dengan percaya diri,” tuturnya.

Saat mulai bekerja, banyak ilmu yang ia pelajari selama kuliah di PEP Bandung terbukti sangat relevan dan langsung digunakan. Ilmu kimia, termodinamika, hingga teknik ekstraksi logam seperti proses leaching, reduksi logam, dan solvent extraction menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Bahkan perhitungan metalurgi seperti metal balance, material balance, dan water balance juga menjadi bagian penting dari tugasnya.

“Waktu proses leaching, misalnya, kita harus tahu reaksi kimia yang terjadi dan jenis gas yang terbentuk. Dari situ kita bisa hitung kebutuhan bahan kimia berdasarkan reaksi stoikiometri. Ilmu ini semua saya pelajari langsung di kampus,” jelasnya.

Tidak hanya pemahaman teknis, Dikri juga menekankan pentingnya memahami alat dan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan logam. Menurutnya, hal ini sangat membantu dalam bekerja lebih efisien dan aman di lingkungan industri yang kompleks.

Uniknya, ketertarikan pada metalurgi tidak muncul sejak awal. Ia mengaku sempat merasa kurang cocok dengan bidang ini karena banyak berhubungan dengan kimia. Namun seiring waktu, rasa ingin tahu dan pendekatan praktikum yang diterapkan di PEP Bandung membuatnya mulai jatuh cinta pada bidang ini.

“Awalnya saya kurang suka karena metalurgi itu banyak kimia. Tapi setelah ikut praktikum langsung bareng praktisi metalurgi di kampus dan melihat sendiri bagaimana logam bisa dipisahkan dari pengotornya jadi logam murni, saya jadi tertarik. Apalagi praktikum di PEP banyak banget, jadi lebih senang bereksperimen,” katanya sambil tersenyum.

Sebagai alumni, Dikri menyampaikan harapan agar PEP Bandung terus berkembang dan semakin dikenal luas.

“Semoga ke depan PEP Bandung bisa makin dikenal secara nasional maupun internasional, dan bisa bersaing dengan kampus-kampus teknik terbaik di Indonesia,” pungkasnya.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi pendidikan berbasis praktik, bimbingan dari para praktisi, dan usaha yang sungguh-sungguh bisa mengantarkan lulusan PEP Bandung meraih karier impian di industri pertambangan berskala global.