Himpunan Mahasiswa Teknologi Geologi (HMTG), PEP Bandung kembali menggelar webinar, pada hari Kamis, 4 Agustus 2022, menghadirkan dua mahasiswa Program Studi Teknologi Geologi, PEP Bandung angkatan 2019 sebagai pembicara. Tema webinar Pemanfaatan Mineragrafi dengan pembicara Abraham Brami Tangkarow mengangkat topik Penentuan Tipe Deposit Emas, sedangkan pembicara kedua Gladys Shafira Maheswari Wirawan membawakan materi Karakterisasi Bijih Timah.
Webinar dihadiri 61 peserta yang terdiri dari mahasiswa PEP Bandung dan perguruan tinggi lain, dosen, guru geografi, serta peserta dari Instansi lain. Meski acara digelar di sela-sela liburan semester, semangat peserta tetap tinggi terlihat antusias dengan banyaknya pertanyaan pada saat diskusi. Dalam sambutannya Direktur PEP Bandung, Dr. Asep Rohman, S.T., M.T., menyampaikan terimakasih kepada kedua narasumber yang telah berkenan bisa berbagi, dan mengingat topiknya penting, dibawakan oleh orang-orang penting yakni anak sulungnya PEP Bandung yang akan segera lulus, akan diwisuda pada tanggal 11 Agustus 2022, tujuh hari sebelum diwisuda telah menjadi narasumbernya PEP Bandung.
Sebagai pemateri pertama Abraham Brami Tangkawarow memaparkan hasil penelitiannya di wilayah konsesi PT J Resources Bolaang Mongondow. Diuraikan tentang tipe cebakan di Bakan Site, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang berupa cebakan emas tipe epitermal sulfidasi tinggi dengan kedalaman menengah (Intermediate). Komposisi asosiasi mineral logam berupa enargit, luzonit, kovelit, pirit, kalkopirit, dan sfalerit, serta dijumpai juga mineral alunit.
Dalam paparannya pemateri kedua Gladys Shafira Maheswari Wirawan menyampaikan hasil penelitiannya pada cebakan tipe skarn yang mengandung timah, dengan lokasi di Belitung. Pengujian sampel menggunakan metode XRF, XRD, dan mineragrafi. Sebagai skarn retrograde dicirikan oleh adanya mineral epidot, kalsit, dan klorit yang terbentuk pada suhu rendah. Mineral pembawa timah merupakan mineral kasiterit (SnO2) dan mineral stannit (Cu2FeSnS4) yang berasosiasi dengan mineral magnetit (Fe3O4). Mineral timah sebagian sebagai butir lepas dan umumnya berupa inklusi dalam mineral magnetit. Dijumpai juga mineral ikutan timah berupa ilmenit (FeTiO3) dan monazit (Ce,La)PO4. Hasil pengujian menggunakan XRF Portable pada sampel yang telah dihaluskan diperoleh kadar Sn tinggi pada fraksi mesh 140 – 200. Pada ekstraksi mineral timah, mineral-mineral magnetit, ilmenit, dan monasit tersebut berpotensi menjadi produk sampingan.
Penulis : Mohamad Agung Pratama Islami
Mahasiswa Teknologi Geologi, Angkatan 2021



