Nabilah Ainayah berhasil menyelesaikan studinya di PEP Bandung sebagai lulusan kedua Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Tahun Akademik 2024/2025. Sidang Tugas Akhir berlangsung di di Ruang 6.1 PPSDM Geominerba. Nabilah yang merupakan alumni SMKN 2 Cimahi Jurusan Kimia Industri mengambil Penelitian “Optimasi Waktu Pemutusan Shunt Resistor Pada Proses Electrical Baking Menggunakan Graphite Bed di PT Indonesia Asahan Aluminium”. Dalam Sidang TA ini Rudiyansah, ST., MT bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus sebagai Pembimbing I, Dr. mont Imelda E.R. Hutabarat, ST., M.T. sebagai Pembimbing II dan Reza Akbar sebagai Pembimbing Lapangan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (PT INALUM). Sementara itu Maryono, ST., M.T. sebagai Penguji I dan Fahny Ardian, ST.,M.T. sebagai Penguji II.
Di awal Sidang Tugas Akhir, Raza Akbar sebagai Pembimbing Lapangan dari PT INALUM menyampaikan bahwa Nabilah adalah peserta magang terbaik di PT INALUM. Selain berhasil menyelesaikan proyek akhirnya dengan baik, Nabilah juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang diselenggarakan PT INALUM. Nabilah menyelesaikan Praktik Kerja Industri I dan II selama 2 semester mulai dari Agustus 2024 hingga Februari 2025 di PT. INALUM yang termasuk salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlokasi di Asahan Kabupaten Batubara Sumatera Utara.
PEP Bandung yang merupakan unit kerja dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah menjalin Kerjasama dengan PT INALUM sejak 2024 dan telah mengirimkan 5 mahasiswa Prodi Teknologi Metalurgi untuk magang hingga saat ini. Melati Sarnita yang merupakan Director of Business Development of PT INALUM menyampaikan pada kunjungan kerja BPSDM ESDM pada bulan Juni 2024 yang lalu bahwa kebutuhan tenaga kerja kompeten di bidang metalurgi sangat dibutuhkan khususnya dengan latar belakang pendidikan Metalurgi Ekstraktif yang secara khusus mempelajari proses pengolahan Aluminium dari Bauksit mengingat pengembangan bisnis Aluminium yang semakin berkembang di Indonesia.
PT INALUM berdiri pada tanggal 7 Juli 1975 dengan investasi modal asing Jepang sebesar 411 miliar Yen dengan nama Nippon Asahan Aluminium Co., Ltd. yang berbasis di Tokyo. Untuk merealisasikan pembangunan serta menjalankan operasional proyek besar ini, pada tanggal 6 Januari 1976, didirikan PT Indonesia Asahan Aluminium di Jakarta sebagai perusahaan patungan antara Pemerintah Indonesia dan Nippon Asahan Aluminium Co., Ltd. Perubahan status PT INALUM dari perusahaan penanaman modal asing (PMA) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlangsung pada 1 November 2013 setelah Pemerintah Indonesia mengambil alih seluruh saham milik konsorsium. Kemudian melalui Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2014, PT INALUM secara resmi ditetapkan sebagai BUMN ke-141 pada 21 April 2014.
Setelah menyelesaikan Sidang TA, Nabilah akan mengikuti Sertifikasi Uji Kompetensi untuk mendapatkan 2 (dua) Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang pertama adalah Petugas K3 dan sertifikasi sesuai dengan bidang keilmuannya antara lain seperti Teknisi Pengolahan, Teknisi Pelindian, Teknisi Peleburan atau Teknisi Elektrolisis sesuai dengan KKNI no 176 tahun 2022 dan mendapatkan pembekalan dunia kerja seperti diklat dan tes TOEFL, psikotest, teknik wawancara, menyusun CV dan portofolio. Untuk mempromosikan para lulusannya PEP Bandung Bersama BPSDM ESDM akan menggelar Human Capital Summit 2 pada tanggal 3-4 Juni 2025 bertempat di Jakarta Convention Centre dengan mengundang stakeholder khususnya perusahaan pertambangan dan metalurgi.
Dalam presentasinya, Nabilah menyampaikan proyek ini berfokus pada peningkatan efisiensi proses pemanggangan (baking) material dengan pendekatan optimasi waktu pemutusan shunt resistor yang digunakan dalam proses electrical baking. Dalam penelitiannya, Nabilah terlibat langsung dalam pengamatan proses di lapangan serta analisis data temperatur dan karakteristik termal graphite bed. Dari hasil kajian yang dilakukan, diperoleh usulan waktu pemutusan shunt resistor yang lebih optimal untuk mengurangi konsumsi energi. Hasil yang sangat baik ini akan dikembangkan oleh PT INALUM untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan konsisten dengan mengundang mahasiswa PEP Bandung angkatan selanjutnya untuk dapat melanjutkan proyek perbaikan ini.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Program Studi Teknologi Metalurgi PEP Bandung dalam mendorong mahasiswa dan dosen untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan teknologi industri metalurgi, sekaligus membekali mereka dengan pengalaman nyata di dunia kerja untuk dapat berkarir dan mendukung kebijakan Pemerintah khususnya pada ketahanan energi dan hilirisasi mineral dan batubara.



