Mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi, Muhamad Ismatulloh, memaparkan hasil penelitiannya selama melaksanakan magang di PT Kalimantan Prima Persada dalam seminar hasil. Seminar ini merupakan tahapan pertama pada program Praktik Kerja Industri 2 sebelum mahasiswa melaksanakan sidang untuk memenuhi syarat kelulusan di Politeknik Energi dan Pertama Bandung. Adapun PT Kalimantan Prima Persada (KPP) adalah anak perusahaan dari PT Pamapersada Nusantara (PAMA) yang bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan. Perusahaan ini beroperasi di berbagai lokasi tambang di Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan, dan dikenal mengedepankan teknologi, efisiensi operasional, serta keselamatan kerja. KPP juga aktif mengembangkan sistem digitalisasi dan otomasi untuk meningkatkan produktivitas dan sustainability dalam kegiatan tambangnya.
Dalam seminar tersebut, Ismat mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Lingkungan dan Sifat Fisik Terhadap Gross Calorific Value Batu Bara (Studi Kasus di PT Kalimantan Prima Persada Site Rant, Provinsi Kalimantan Selatan)”. Penelitian ini dirancang untuk memahami bagaimana faktor lingkungan dan sifat fisik batubara di site RANT dan memberikan rekomendasi yang relevan untuk mengurangi dampak negatif terhadap kualitas batu bara.
Selama proses penelitian, mahasiswa tersebut melakukan studi lapangan di wilayah tambang terbuka serta pengujian laboratorium terhadap sampel batu bara. Ia menganalisis variabel seperti kandungan inherent moisture dalam batubara serta mengaitkannya dengan data curah hujan yang relevan dengan lokasi pengambilan sampel.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa curah hujan memiliki hubungan positif dengan kandungan total moisture dalam batubara dan mempengaruhi total moisture sebanyak 80,1% daripada faktor-faktor lainnya. Yang mana kandungan moisture batubara yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kualitasnya terutama dalam hal nilai kalor (Gross Calorific Value/GCV). Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal ini Ismat memberikan rekomendasi agar perusahaan menerapkan sistem penyimpanan yang baik seperti penggunaan coal shed atau dome storage untuk mengurangi paparan langsung terhadap curah hujan dan memasikan hasil crusher tetap dalam rentang ukuran optimal yaitu 50-70 mm. Karena optimalisasi distribusi ukuran pada batubara juga mempunyai peran yang signifikan terhadap penyerapan air.
Seminar yang berlangsung di Ruang Nikel Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung ini, dihadiri oleh dosen pembimbing, para penguji, serta mahasiswa teknologi metalurgi lainnya baik dari angkatan 2022, 2023, hingga 2024. Diskusi berjalan interaktif, dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai metodologi penelitian dan implikasi praktis temuan tersebut di sektor pertambangan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Program Studi Teknologi Metalurgi dalam mendorong mahasiswa untuk aktif meneliti isu-isu lingkungan yang relevan dalam praktik industri, serta membekali mereka dengan pengalaman ilmiah dan teknis yang dapat diterapkan di dunia kerja.



