Suarabaya. 21 Mei 2024. Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung kembali melakukan benchmarking. Kali ini PEP Bandung berkunjung ke Surabaya untuk melakukan benchmark dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Pada benchmark kali ini ada dua tema yang dibahas yaitu terkait pembinaan kemahasiswaan dan pengelolaan SPMI.
Kegiatan benchmark ini dilaksanakan di Gedung Pascasarjana PENS lantai 3 dan terbagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama terkait pengelolaan SPMI dan yang kedua terkait pembinaa kemahasiswaan. Kegiatan dibuka dengan selayang pandang dari PENS selaku tuan rumah yang dilanjutkan dengan paparan singkat terkait SPMI di PEP Bandung.
Subkoordinator Kerjasama Pak Asep Sidiq yang menjabat juga sebagai ketua SPMI PEP Bandung menjelaskan struktur organisasi SPMI yang ada di PEP Bandung. Beliau juga menjelaskan tugas dan fungsi di masing-masing tim kerjanya. Beliau juga menjelaskan timeline kegiatan SPMI selama tahun 2024 ini. Setelah paparan dari beliau selesai, Pak Asep Sidiq membuka diskusi terkait instrument audit yang ada di PENS. Beliau menerangkan bahwa tahun ini PEP Bandung sedang merevisi instrument audit mengikuti standar dari LAMTek. Tim dari PENS memberi penjelasan terkait instrument tersebut dan memberikan tambahan informasi bahwa aka nada pembaharuan standar instrument di awal tahun 2025.
Diskusi terkait instrument tersebut berlanjut ke mekanisme dan timeline pelaksanaan audit di PENS. Tim SPMI PENS yang diwakili oleh Pak Hari menjelaskan bahwa pelaksanaan audit itu sendiri biasanya dibentuk tim untuk masing-masing bidang layanan. Dan untuk jadwal pelaksanaan audit itu sendiri yaitu setahun sekali. Diskusi terkait hal ini berlangsung tenang dan diselingi beberapa guyonan kecil yang khas dari masing-masing tim.
Sesi diskusi berlanjut ke sesi kedua yaitu pembinaan kemahasiswaan. Kali ini tim kemahasiswaan yang diwakili oleh Wakil Direktur III Pak Tedi Yunanto memulai pembahasan terkait pembinaan kemahasiswaan. Beliau memberikan sedikit penjelasan tentang bagaimana kondisi mahasiswa dan serba serbi aktivitas mahasiswa di luar jam perkuliahan. Pak Tedi menjelaskan ada sepuluh jenis UKM di PEP Bandung namun ada beberapa UKM yang tidak aktif lagi setelah berjalan beberapa bulan. Beliau menanyakan ke pihak PENS bagaimana pengelolaannya agar UKM itu bisa berjalan dengan konsisten. Tim PENS yang kali ini diwakili oleh Pak Ovin menjelaskan bahwa semua UKM di PENS itu dinaungi oleh organisasi yang khusus membina dan mengelola UKM. Struktur dan anggota organisasi itu sendiri diketuai dan dianggotai oleh mahasiswa PENS itu sendiri. Selain menjembatani UKM dengan pihak kampus organisasi ini juga memberikan kontrol dan pengawasan terhadap UKM sehingga aka nada teguran dari organisasi apabila UKM tertentu tidak aktif melakukan kegiatannya. Pak Ovin menjelaskan bahwa organisasi tersebut juga memudahkan pihak kampus dalam merencanakan anggaran untuk kegiatan-kegiatan UKM yang akan datang.
Kegiatan benchmarking di PEN Surabaya pun selesai dan ditutup dengan pemberian cenderamata dari masing-masing tim. Dan layaknya hal wajib disetiap pertemuan tim PEP Bandung tidak lupa melakukan foto Bersama dengan tim dari PEN Surabaya sebagai dokumentasi kegiatan yang sudah dilaksanakan di Surabaya tersebut.



