WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Dari Cibogo Ke Cicocok: Menemukan Gunung Api Yang Tak Jadi

30 November 2023

Tak disangka, semakin sering dikunjungi, semakin terkuak potensi daerah antara Cibgo hingga Cicocok, keduanya di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Banung Barat (KBB), sebagai area studi atau kuliah atau praktek lapangan berbagai ilmu kebumian. Ini terkuak dari hasil kuliah dan praktek lapangan mata kuliah (MK) Sedimentologi dan Mineralogi PEP Bandung pada Kamis, 30 November 2023, dari mulai pk. 07.00 sampai dengan pk. 16.00 wib. 

Kuliah dan praktek lapangan ke area tersebut merupakan ketiga kalinya sejak 2021. Kali ini, kegiatan diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Teknologi Geologi Angkatan 2023 PEP Bandung dengan didamping oleh para dosen pembimbing dan mitra diskusi, yaitu: Oman Abdurahman, Sulistyono, Dadan Wildan, A.D Wirakusumah, Akhmad Zaennudin, Fiyati Nurmaya; dan tenaga pendidikan, Icha Viozlia Ananda. Perjalanan dimulai dari kampus PEP Bandung pada pk. 07.00 dan setibanya di lokasi parkiran di dekat pom bensin Cibogo, rombongan langsung menuju titik pemberhentian pertama (SP1 = stop point ke-1) yaitu Sungai Cibogo, di dekat jembatan, sekitar 200 meter dari tempat parkir kendaraan. 

Di Cibogo, terdapat hamparan batuan sedimen sekitar 20 meter panjang singkapannya. Ujung sebelah utara singkapan ini, di dekat jembatan, ditemukan singkapan sempit batuan beku yang banyak tertutup tanah longsoran dari tebing sungai. Batuan sedimen tua, berumut Miosen,  inilah yang dikenal sebagai Formasi Citarum, berupa batupasir berbutir halus-sedang dan kemas cukup baik dengan struktur sedimen, seperti laminasi hingga silangsisur, dan kondisi sudah terdeformasi di hingga miring mendekati tegak. Sedangkan batuan bekunya berupa andesit dengan mineral amfibol yang besar-besar, bolehlah kita sebut sebagai “gunungapi yang tidak” jadi karena kekurangan pasokan magmanya. Nanti, pada SP-2 di Cocok, akan kita temui lagi singkapan gunungapi yang tak jadi ini lebih luas lagi dengan jenis litologi yang berbeda.

Praktikum dengan konsentrasi pada MK Sedimentologi di SP-1 Cibogo, dilakukan mulai pk. 09 sampai dengan pk.11. 30 wib. Sesi pertama ini  diakhiri dengan istirahat, sholat dan makan siang di kompleks pom bensin Cibogo. Sesi kedua diawali setelah makan siang dengan menuju SP-2 di daerah Cicocok, tidak jauh dari pusat desa Citatah. Jalan masuk ke Cicocok sangat mudah dikenali, yaitu di sekitar tulisan “Citatah Membara” di tembok pinggir jalan raya Padalarang – Rajamandala. Sesampainya di lokasi SP-2 Cicocok, mahasiswa langsung diarahkan untuk mengamati fenomena intrusi batuan beku yang cukup luas di kawasan batuan sedimen.

Fenomena intrusi di Cicocok terhampar pada area lebih dari 200 meter persegi. Sisi sebelah timur-selatan area ini masih segar karena bekas penambangan, sedangkan sisi sebelah utaranya sudah cukup lapuk. Di area ini selain terdapat batuan beku intrusi jenis diorit – sangat khas totol-totol putih ukuran milimeter pada “masa dasar” berwarna kelabu - terdapat juga batuan ubahan yang tidak begitu sempurna, tersebab intrusinya yang tidak begitu kuat. 

Pak Akhmad Zaennudin, ahli vulkanologi yang kini mengajar di PEP Bandung, menjelaskan bahwa fenomena instrusi ini berasal dari magma yang dangkal dan tidak cukup kuat untuk terus berlanjut menjadi gunungapi. Namun demikian, di area intrusi ini yang kebetulan menjadi daerah kontak antara batulempung dengan batugamping di atasnya, menghadirkan fenomena batuan ubahan yang cukup penting sebagai lokasi kuliah atau praktek lapangan.  Para mahasiswa dan dosen pembimbing dapat mendiskusikan bagaimana perubahan dari batulempung menjadi batuan slate – walau tidak begitu sempurna - secara bergradasi hingga batuan diorit segar pada jarak sekitar 15-20 meter.

Ya, penemuan kembali lokasi intrusi batuan beku dan kontaknya dengan batuan sedimen  di Cicocok dan penggunaannya oleh tim pengajar geologi PEP Bandung sebagai lokasi kuliah dan praktek lapangan ini, adalah suatu anugerah. Betapa tidak, PEP Bandung tidak perlu jauh-jauh mencari lokasi untuk kuliah dan praktek lapangan untuk beberapa MK terkait batuan sedimen, batuan beku, dan batuan metamorf seperti Sedimentologi, Petrologi, Mineralogi dan lainnya yang serumpun. Demikian, sekelumit kisah perjalanan mengunjungi dan menemukan kembali batuan sedimen dan fenomena gunungapi yang tidak jadi di Cibogo dan Cicocok.***sbb: (penulis: Oman Abdurahman)