Senin, 20 Februari 2023, Himpunan Mahasiswa Teknologi Metalurgi (HMTM) PEPB telah mengadakan kegiatan Webinar dengan judul “Potensi Wolfram di Indonesia: Studi Kasus Toboali, Bangka Selatan dan Rancangan Proses Pengolahannya”. Webinar ini berlangsung secara online via Zoom Meeting dengan Pembicara I Ir. Sabtanto Joko Suprapto., MT., pembicara II Dr. mont. Imelda Hutabarat, S.T., M.T. serta penanggap Dr. Ir. Raden Sukyar. Webinar ini dimulai dari pukul 08.30 WIB sampai dengan 12.00 WIB dan dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini dibuka dengan pembukaan dari MC yaitu Muhammad Ismatulloh dari Program Studi (Prodi) Teknologi Metalurgi 2022. Acara dilanjut dengan sambutan oleh Direktur PEPB Bapak Asep Rohman, S.T.., M.T. Selanjutnya acara dipandu oleh Moderator yaitu Bapak Dr. Ir. Priatna, M.T. selaku dosen PEPB. Kemudian dilakukan pembacaan CV Pembicara I yaitu Bapak Sabtanto JS oleh Moderator dan dilanjut pemaparan materi pertama.
Pada materi pertama ini dijelaskan mengenai bagaimana potensi wolfram yang ada di Indonesia. Narasumber menjelaskan bagaimana peta perkiraan cadangan Wolfram dan juga mengenai eksplorasi pencarian Wolfram yang telah dilakukan di Toboali, Bangka Selatan. Produksi Wolfram sebenarrnya sudah ada sejak tahun 1924-1941. Di Eropa Wolfram sudah menjadi critical raw material yang mana menjadi fokus pemerintah dalam mencari mineral tersebut. Namun, di Indonesia sendiri potensi Wolfram belum terjamah dengan baik. Negara produksi wolfram terbesar di dunia adalah negara China. Wolfram terbentuk dari sisi terbentuknya timah, tabrakan benua antar benua menjadi granit tipe S yang nantinya terbentuk wolfram. Untuk penyebaran potensi wolfram di Indonesia terdapat di wilayah Sumatra, Bangka, Belitung, Singkep, Kundur, Bintan, Batam, dan Kalimantan.
Setelah pemaparan materi dari narasumber pertama dilanjutkan dengan promosi PEPB dari ketua panitia PMB Bapak Cipta Panghegar. Kemudian moderator kembali membacakan CV Pembicara II yaitu Ibu Imelda Hutabarat dan dilanjut dengan pemaparan materi. Materi yang dipaparkan menjelaskan tentang rencana proses pengolahan Wolfram. Awalnya mineral Timah yang ada di alam di tambang kemudian dipisahkan antara pengotornya dengan cara konsentrasi setelah itu dilakukan peleburan, Setelah peleburan dilakukan elektrorefining untuk mendapatkan timah dengan kemurnian 99,99%, elektro refining menghasilkan anode slime yang terdapat wolfram didalamnya. Menurut sifatnya Wolframit memiliki kesamaan dengan mineral kasiterit dan scheelite. Wolfram dan tungsten adalah nama yang sama untuk menyebutkan elemen W dengan nomor atom 74. Hanya penyebutan yang umum, biasanya Wolfram dikatakan sebagai mineralnya sedangkan Tungsten merupakan nama kimianya dan juga nama logamnya.
Kemudian setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan penanggapan materi yang telah dipaparkan oleh pembiacara 1 dan 2. Sebelumnya, dibacakan CV penanggap pak Raden Sukyar terlebih dahulu oleh moderator. Terdapat banyak hal yang ditanggapi oleh pak Sukyar seperti dari aspek geologi dan pengembangan industri Wolfram. Penanggapan materi ini juga sekaligus menjadi forum diskusi dengan pemateri sambil menjadi masukan untuk penelitian wolfram selanjutnya.
Kemudian setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para peserta yang hadir. Selanjutnya di lakukan sesi foto bersama dengan semua partisipan dan narasumber yang hadir.



