Rabu, 18 Januari 2023 Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung menggelar Rapat Kerja Sama dengan Sandy dari Education BDM Government of Western Australia. Beliau menyampaikan MoU kolaborasi antara Government of Western Australia dengan BPSDM ESDM terkait training atau up skill. State government of western Australia, memiliki wewenang network office diluar wilayah Australia, berfokus pada energi dan pendidikan. Wakil Direktur III Tedi Yunanto berharap yang dapat diterima tidak hanya mahasiswa praktikan, tetapi juga mahasiswa yang sudah lulus untuk melanjutkan pendidikan dari D3 menjadi S1, hingga mendapatkan bachelor Australia (2 tahun).
Selain itu Wakil Direktur I Imelda Hutabarat menyampaikan, mengenai background PEP Bandung dan harapan untuk mendapatkan kecocokan dengan pihak Australia pada bidang energi, khususnya pendidikan. Harapan lainnya dari Imelda, tidak hanya mahasiswa yang dapat mengikuti training di Australia, tetapi juga dapat diikuti oleh tenaga pengajar.
Sandy menanggapi mengenai ekstensi D3 ke S1, termasuk kedalam bagian dari education. Sedangkan untuk program magang oleh bagian sektor energi. Industri di Australia bergerak secara independent, sehingga penerimaan mahasiswa diserahkan ke masing-masing industri di Australia. Selain itu, tanggapan dari pertanyaan Sandy mengenai skema pembiayaan mahasiswa adalah pembiayaan PEP Bandung dari Kementerian ESDM, tetapi untuk regulasi mengikuti Kemendikbud. Program Kemendikbud tersebut yaitu IISMA yang berkolaborasi dengan institusi Pendidikan, yang pembiayaannya dari LPDP. Tedi Yunanto menanggapi jika program dengan LPDP masih memungkinkan, akan dilakukan kerja sama.
Sandy menanggapi mengenai training bagi dosen, perlu menjadi perhatian dan pembahasan lebih mendalam terkait dengan pendanaan. Di samping itu, baiknya didiskusikan terlebih dahulu secara internal terkait pendanaan baik bagi mahasiswa maupun bagi dosen. Pada tanggal 13-18 Maret 2023 akan datang delegasi dari Western Australia, nantinya jika ada kaitannya dengan PEP Bandung pihaknya akan mengundang untuk mengikuti delegasi. Acara tersebut bertujuan untuk mencari partner kolaborasi. Nantinya dari pihak Australia akan datang untuk berkolaborasi terkait bidang economy, education, and health.
“Apakah sebelumnya pernah dilaksanakan kerja sama seperti yang diajukan oleh PEP Bandung saat ini? Tanya Asep Shiddiq selaku Koordinator Alumni & Kemahasiswaan.” Sandy langsung menjawab, “kerja sama untuk magang dengan institusi merupakan sesuatu yang baru bagi pihak Western Australia di Indonesia.” Secara program banyak sekali yang dapat dilakukan kolaborasi dengan Australia, tergantung skema PEP Bandung sendiri. Tedi pun turut menanggapi, “jika memang dilakukan kerja sama seperti dengan pihak Korea dan Jepang yang pernah dilakukan oleh PEP Bandung sebelumnya (Diklat dengan mengundang narasumber atau membuat proyek bersama), hal tersebut dapat dimaklumi dan dengan senang hati dapat diterima, juga sebagai motivasi untuk lebih berusaha mendapatkan kerja sama sesuai dengan harapan PEP Bandung yaitu magang dan ekstensi pendidikan.” Dan tidak perlu membuat PKS karena sudah ada MoU dengan BPSDM ESDM yang berlaku 5 tahun (2019-2024). Training dosen yang dimaksud adalah memperdalam ilmu-ilmu sesuai konsentrasi atau mata kuliah yang diampu, seperti yang dilakukan oleh JOGMEC (Jepang).
Sandy pun bertanya, “Adakah sudah dilakukan komunikasi dengan pihak embassy Australia?”. Imelda menanggapi, “komunikasi dengan pihak embassy Australia maupun kerja sama luar negeri lainnya dilakukan pada level BPSDM.”
Terakhir diharapkan dari pertemuan kali ini dapat terjalin kerja sama antara PEP Bandung dengan Western Australia.



