JOGMEC (Japan Organization for Metals and Energy Security) pelatihan teknologi keselamatan tambang batubara bawah tanah untuk mahasiswa PEP Bandung angkatan 2022 pada tanggal 31 Januari sampai 2 Februari 2023 di Gedung PPSDM Geominerba Bandung. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama JOGMEC dengan PPSDM Geominerba dan PEP Bandung dalam meningkatkan kompetensi SDM Indonesia.
Pelatihan ini dibuka oleh Direktur PEP Bandung, Asep Rohman. Jika kita mengingat beberapa bulan ke belakang telah terjadi ledakan pada tambang batubara bawah tanah di daerah Sawah Lunto. Hal ini juga menjadi perhatian oleh Menteri ESDM. Ledakan ini sangat mungkin terjadi bahkan di beberapa negara sehingga diperlukan kompetensi dalam penambangan batubara bawah tanah. “Pelatihan tentang keselamatan tambang bawah tanah sangat penting untuk meminimalisir kecelakaan dan ledakan di tambang batubara bawah tanah. Oleh karena itu, mahasiswa PEP Bandung harus serap ilmu sebanyak banyaknya pada pelatihan ini” tutup Asep Rohman.
Selama 3 hari pelaksanaan pelatihan ini, acara diisi oleh narasumber JOGMEC yang merupakan ahli tambang bawah tanah dari Jepang. Materi yang disampaikan meliputi teori dan evaluasi keekonomisan tambang bawah tanah, ventilasi tambang bawah tanah, hingga keselamatan tambang batubara bawah tanah. Dalam pelatihan ini tujuan utamanya adalah agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi bahaya salah satunya dengan metode tunjuk sebut.
Shimoda, salah satu narasumber, menjelaskan bahwa tambang batubara bawah tanah memiliki beberapa bahaya. Walaupun begitu, resiko bahaya tersebut dapat diminimalisir dengan beberapa metode. Jepang memiliki tambang bawah tanah di Pulau Ikeshima. Shimoda menjelaskan beberapa teknologi yang digunakan di tambang batubara bawah tanah pulau Ikeshima. Teknologi tersebut meliputi teknologi penggalian, teknologi pengangkutan batubara dan pekerja serta beberapa faktor keselamatannya.



