WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Mahasiswa Metalurgi PEP Bandung Pelajari Teknik Pemisahan Mineral menggunakan Magnetik Separator

09 Maret 2026

Mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Angkatan 2025 melaksanakan kegiatan praktikum Pengolahan Mineral di laboratorium metalurgi dengan modul pemisahan mineral menggunakan alat Magnetic Separator Dry. Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai prinsip pemisahan mineral berdasarkan sifat kemagnetannya.

Pada praktikum tersebut, mahasiswa melakukan percobaan pemisahan campuran mineral yang terdiri dari pasir besi dan kuarsa. Kedua mineral ini memiliki karakteristik fisik yang berbeda, di mana pasir besi bersifat magnetik sedangkan kuarsa bersifat non-magnetik. Perbedaan sifat inilah yang dimanfaatkan dalam proses pemisahan menggunakan magnetic separator.

Kegiatan praktikum dimulai dengan pengenalan alat dan prosedur kerja di laboratorium. Mahasiswa terlebih dahulu menyiapkan sampel campuran mineral yang kemudian dilakukan penimbangan lalu dimasukkan secara bertahap ke dalam alat magnetic separator. Ketika alat dioperasikan, mineral yang memiliki sifat magnetik akan tertarik oleh medan magnet dan terpisah dari mineral yang tidak memiliki sifat magnetik.

Melalui proses ini, mahasiswa dapat mengamati secara langsung bagaimana pasir besi tertarik oleh magnet dan terkumpul pada bagian konsentrat, sementara kuarsa akan jatuh sebagai tailing atau mineral non-magnetik. Hasil pemisahan tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui efektivitas proses pemisahan yang dilakukan.

Kegiatan praktikum ini, diharapkan mahasiswa Teknologi Metalurgi PEP Bandung dapat meningkatkan kompetensi praktis mereka dalam bidang pengolahan mineral serta mampu memahami penerapan teknologi pemisahan mineral yang banyak digunakan dalam industri pertambangan dan metalurgi. Praktikum di laboratorium menjadi salah satu sarana penting dalam menjembatani teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan. (A)