Mahasiswa Program Studi Teknologi Geologi Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan kegiatan praktikum Geologi Bijih Sekunder dengan materi Analisis Mineral Butir. Sampel yang digunakan untuk kegiatan praktikum ini adalah sampel konsentrat dulang yang berasal dari Pulau Halmahera. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari mata kuliah Geologi Bijih Sekunder yang bertujuan melatih mahasiswa dalam mengenali karakteristik mineral bijih hasil proses pelapukan dan transportasi.
Praktikum dibimbing oleh Fiati Nurmaya, S.T., M.T. dan Tatik Handayani, S.T., M.T. sebagai dosen pengampu Praktikum Geologi Bijih Sekunder. Tatik Handayani juga merupakan Penyelidik Bumi Ahli Madya dari Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP). Kehadiran kedua dosen ini memberikan wawasan praktis dan pengalaman lapangan yang berharga bagi mahasiswa, khususnya dalam mengenali karakteristik mineral hasil proses sekunder.
Dalam praktikumnya mahasiswa melakukan kegiatan preparasi dan analisis. Kegiatan preparasi ini meliputi proses pemisahan sampel berdasarkan sifat kemagnetan dan penimbangan. Cara memisahkan sampel menggunakan magnet dengan kekuatan berbeda sehingga diperoleh tiga fraksi sampel yang berbeda, yaitu Strong magnetic (ferromagnetik), Magnetic (paramagnetik), dan Non magnetic (diamagnetik). Sampel ferromagnetik adalah sampel yang tertarik dengan magnet berkekuatan 400 gauss, sedangkan paramagnetik sampel yang tertarik dengan magnet berkekuatan 1000 gauss. Setelah diperoleh tiga fraksi sampel dilakukan penimbangan setiap fraksi nya untuk perhitungan persentase komposisi mineralnya.
Selain melakukan preparasi, mahasiswa juga mempelajari analisis mineral butir menggunakan mikroskop stereo binokuler. Melalui pengamatan ini, mereka dapat mengenali berbagai jenis mineral yang memiliki sifat magnetik dan non magnetik serta memahami karakteristik fisik dari masing-masing mineral. Dari praktikum ini mahasiswa dapat mengenali beberapa mineral, diantaranya mineral magnetit (Fe₃O₄) yang memiliki daya tarik kuat terhadap magnet (ferromagnetik), ilmenit (FeTiO₃), hematit (Fe₂O₃), olivin, piroksen, amfibol dan garnet yang tertarik lemah oleh magnet (paramagnetik) dan kuarsa (SiO₂). Selain itu, ada kasiterit (SnO₂), rutil (TiO₂), dan zirkon (ZrSiO4 ) yang tidak tertarik oleh medan magnet (diamagnetik).
Kegiatan praktikum ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam mengidentifikasi dan menganalisis mineral hasil endapan sekunder, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang proses geologi yang memengaruhi pembentukan dan pemisahan mineral bijih di alam.



