Tasikmalaya, 31 Mei 2025 — Dalam semangat membangun kesadaran lingkungan dan memajukan potensi geowisata lokal, Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung bersama Universitas Siliwangi (Unsil) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema "Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya dalam Mewujudkan Geopark Galunggung".
Bertempat di Jurusan Geografi FKIP Unsil, kegiatan ini mempertemukan para akademisi, mahasiswa, komunitas geowisata, hingga para ahli geologi dalam satu misi mulia: menjadikan Geopark Galunggung sebagai ikon pelestarian, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan di Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen-dosen dan mahasiswa dari Teknologi Geologi PEP Bandung dan Jurusan Geografi, Universitas Siliwangi. Selain itu, dihadiri juga oleh beberapa komunitas yaitu dari Perpigi (Perkumpulan Pemandu Dan Interpreter Geowisata Indonesia), IAGI(Ikatan Ahli Geologi Indonesia), dan KIM-LDGG.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung dengan Jurusan Geografi, Universitas Siliwangi. Kerja sama ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Tasikmalaya agar dapat berperan aktif dalam pelestarian dan pengembangan potensi Geopark Galunggung.
Kegiatan dimulai dengan Pengantar Dr. Ir. Priatna, M.T., selaku Ketua Pelaksana, selanjutnya sambutan kepala UPPM Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB) Ir. Sabtanto Joko Suprapto, M. T. , dilanjutkan sambutan kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNSIL Dr. Siti Fajdarajani, kemudian ditutup sambutan ketua Jurusan Geografi FKIP UNSIL Dr. Ruli As'ari, dan sambutan kaprodi Geologi PEP Bandung Dr. Ir. Denny Lumban Raja, S.Kom., M.T.
Dalam kegiatan ini diisi penyampaian materi terkait Gunung Galunggung, Pemaparan pertama diisi oleh Ir. Oman Abdurahman, M. T., dosen PEP Bandung dan pengurus MAGI (Masyarakat Geowisata Indonesia), dengan tema paparan "Galunggung : Dari Mandala menuju Geopark", Selanjutnya Dr. Ir. Achmad Djumarma Wirakusumah, Dipl.Seis memaparkan materi tentang " Pembuatan Terowongan Air Danau Kawah Hasil Erupsi Galunggung Mengakselerasi Terwujudnya Geopark Galunggung ", Selanjutnya Prof. Dr.I r. Nana Sulaksana, MSP yang merupakan guru besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran menyampaikan paparan “Peran Perguruan Tinggi dalam mendukung Geopark Galunggung”, Selanjutnya Dr. Asep Kurnia Permana, ST.,M.Sc dari IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) yang menyampaikan paparan "Produk Gunung Galunggung untuk Kegiatan Konservasi, Edukasi, dan Pembangunan Berkelanjutan", Selanutnya Ir. Heryadi Rachmat, M.M dari PERPIGI (Perhimpunan Pemandu dan Interpeter Geowisata Indonesia) yang menjelaskan "Peran Pemandu Geowisata untuk Pengelolaan Geopark Galunggung", dan yang terakhir paparan dari Dr. Siti Fajdarajani yang menjelaskan tentang pentingnya "Partisipasi Masyarakat mewujudkan Geopark Galunggung Tasikmalaya".
Ketua PERPIGI sangat mendukung PkM yang dilaksanakan oleh PEP Bandung sebagai partisipasi nyata sehari sebelumnya langsung mengadakan pelatihan pemandu untuk para pemandu yang terdiri dari Mahasiswa UNSIL dan Komunitas Informasi Masyarakat – Literasi Desa Geopark Galunggung (KIM-LDGG). Peran aktif juga ditunjukkan Oleh Romi Sundara selaku Ketua Kim yang membantu pelaksanaan kegiatan PkM ini dengan.
Kegiatan ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan juga menjadi ruang pemberdayaan yang nyata. Melalui diskusi, sosialisasi, dan pemaparan yang inspiratif, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenal kekayaan geologi Galunggung, tetapi juga berperan aktif menjaga dan mengelolanya secara berkelanjutan. Geopark Galunggung bukan hanya milik Tasikmalaya, tapi juga warisan geologi yang berpotensi diakui dunia. Dengan kolaborasi lintas sektor seperti ini, harapan menjadikan Galunggung sebagai Geopark berskala internasional semakin nyata.
Fauziyah Hani
Pranata Laboratorium Pendidikan



