WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Dari Tetes Air Menjadi Data: Mahasiswa Teknologi Pertambangan PEP Bandung Pelajari Infiltrasi untuk Penyaliran Tambang

14 Oktober 2026

Mahasiswa Program Studi Teknologi Pertambangan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan praktik pengukuran kapasitas infiltrasi lapangan pada 6 dan 8 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Desain Penyaliran Tambang yang diampu oleh Mesias Citra Dewi, S.T., M.M. Praktik ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai proses masuknya air ke dalam tanah serta kaitannya dengan perencanaan sistem penyaliran tambang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pengukuran kapasitas infiltrasi menggunakan metode silinder ganda atau Double Ring Infiltrometer. Metode ini digunakan untuk memperoleh data laju infiltrasi secara langsung berdasarkan perubahan tinggi muka air terhadap waktu.

Dalam kegiatan praktikum pertambangan, air merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhitungkan dalam perencanaan. Air hujan yang jatuh pada suatu area dapat mengalir sebagai limpasan permukaan, tertahan sementara, maupun meresap ke dalam tanah. Besarnya air yang mampu meresap akan memengaruhi jumlah limpasan permukaan yang perlu dikelola melalui sistem penyaliran tambang. Pemahaman mengenai infiltrasi menjadi penting karena berkaitan dengan beberapa aspek seperti karakteristik tanah, curah hujan, limpasan permukaan dan pengelolaan air tambang. Data hasil praktik kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami kondisi hidrologi lapangan serta hubungan antara proses infiltrasi dan perencanaan sistem penyaliran. 

Melalui praktikum ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep infiltrasi secara teoritis, tetapi juga mengamati secara langsung bagaimana karakteristik tanah memengaruhi kemampuan air untuk meresap. Mahasiswa bekerja secara berkelompok mulai dari mempersiapkan titik pengukuran, memasang alat, mengisi air pada silinder, mengamati perubahan tinggi muka air dan mencatat data berdasarkan interval waktu. Kegiatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa kondisi tanah yang berbeda dapat menghasilkan laju infiltrasi yang berbeda pula. (MCD)