Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan kegiatan penelitian kualitas air Sungai Cimahi di wilayah Sub-Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) Cimahi, Kabupaten Bandung Barat pada 14 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian internal bertajuk “Dinamika Deforestasi terhadap Evolusi Hutan Kompleks Gunung Sunda Purba”. Penelitian tersebut bertujuan memvalidasi data lapangan serta mengkaji karakteristik kualitas air sungai dalam kaitannya dengan dinamika perubahan tutupan hutan dan kondisi lingkungan di wilayah penelitian.
Kegiatan penelitian dipimpin oleh Roni Marudut Situmorang, M.Eng. bersama anggota tim Dr. Ir. Denny Lumban Raja, S.Kom., M.T. dan Sofyan Primulyana, S.T., M.T. serta melibatkan Dr. Muhammad Haikal Razi dari kelompok Environmental, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai narasumber penelitian. Pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik yang mewakili bagian hulu, tengah dan hilir Sungai Cimahi, yaitu Curug Layung setelah Waduk Situ Lembang, Curug Cimahi atau Air Terjun Pelangi serta kawasan pembangunan perumahan di bagian hilir sebelum Balai Kota Cimahi. Ketiga lokasi tersebut dipilih untuk mengamati variasi kualitas air pada lingkungan dengan karakteristik tutupan lahan yang berbeda, mulai dari kawasan hutan di bagian hulu hingga kawasan perkebunan dan permukiman di bagian hilir.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan validasi data lapangan melalui pengamatan kondisi lingkungan, dokumentasi fotografi, pengisian formulir pengamatan serta pengambilan sampel air pada setiap titik. Pengukuran kualitas air secara langsung (in situ) dilakukan menggunakan VWR Multi Parameter dan perangkat pengukur pH, salinitas, konduktivitas listrik dan temperatur. Selain itu, pengukuran debit aliran sungai dilakukan menggunakan metode apung. Data lapangan tersebut akan diintegrasikan dengan hasil analisis laboratorium untuk memperoleh gambaran karakteristik kualitas air Sungai Cimahi secara lebih menyeluruh.
Sebanyak tiga kelompok sampel air selanjutnya diserahkan kepada Laboratorium Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 16 September 2026 untuk menjalani pengujian laboratorium. Pengujian yang diajukan meliputi paket kualitas air higiene dan sanitasi sebanyak 11 parameter, termasuk parameter mikrobiologi serta analisis anion, kation dan logam terlarut. Metode analisis mencakup Standar Nasional Indonesia (SNI), kromatografi ion dan Standard Methods APHA sesuai jenis parameter yang diuji. Pengujian ini diarahkan untuk menghasilkan data laboratorium yang terstandar dengan cakupan akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) mengikuti ruang lingkup pengujian yang berlaku pada laboratorium mutu air.
Melalui integrasi hasil pengukuran in situ, analisis laboratorium dan pengamatan kondisi lingkungan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai variasi kualitas air Sungai Cimahi di wilayah Sub-DAS Cimahi. Hasil penelitian akan digunakan untuk mengkaji hubungan antara karakteristik geologi, dinamika deforestasi dan perubahan penggunaan lahan dengan kondisi kualitas air, sekaligus mengeksplorasi kemungkinan pengaruh proses geogenik dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi PEP Bandung dalam pengembangan ilmu geologi lingkungan serta menyediakan data ilmiah yang bermanfaat bagi pengelolaan sumber daya air dan lingkungan secara berkelanjutan. (RMS)



