Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung. Enam mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi, yaitu Muhd Irfan Bin Pangki, Akmal Syukri Alfaridzi, Deni Riyanto, Khairunnisa Rahmawati, Marwa Sakhiyatul Aufa dan Nazilah Nur Azizah, berhasil meraih Gold Medal kategori Energy and Engineering sekaligus ICGI Special Award pada ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026 di Universitas Pancasila pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim menghadirkan inovasi AEROPYRO: Development of an LPG-Fired Furnace for High-Temperature Applications Using Forced-Air Combustion Technology, yaitu furnace skala laboratorium berbahan bakar LPG yang dikembangkan untuk mendukung proses termal dan peleburan logam. AEROPYRO memanfaatkan sistem forced-air combustion dengan blower, dilengkapi isolasi ceramic fiber dan thermocouple Type R untuk pemantauan temperatur secara real-time.
AEROPYRO juga diuji untuk peleburan scrap aluminium. Hasilnya, furnace mampu meningkatkan temperatur dari 200°C hingga 680°C dalam 4 menit, dengan laju pemanasan awal 228°C/menit dan rata-rata 120°C/menit. Enam jenis scrap aluminium berhasil dilebur dengan mass recovery 90,67%–97,28%.
Selama pameran berlangsung, AEROPYRO mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan dinas penghubung, guru, supervisor perusahaan, siswa SMP dan SMA hingga pengunjung dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Para mahasiswa secara langsung menjelaskan mekanisme kerja AEROPYRO, mulai dari proses pembakaran LPG, suplai udara menggunakan blower, peningkatan temperatur di dalam furnace hingga proses peleburan scrap menjadi produk aluminium.
Pada tahap penjurian, tim mempresentasikan konsep, mekanisme kerja, proses pengembangan, hasil pengujian, serta penerapan AEROPYRO dalam proses peleburan limbah logam. Berdasarkan hasil penjurian, inovasi tersebut berhasil mengantarkan mahasiswa Teknologi Metalurgi PEP Bandung meraih Gold Medal kategori Energy and Engineering sekaligus ICGI Special Award pada WSEEC 2026.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PEP Bandung mampu mengintegrasikan kompetensi keilmuan dengan kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan teknologi yang aplikatif. Melalui AEROPYRO, mahasiswa Teknologi Metalurgi menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan solusi pada bidang energi dan rekayasa, sekaligus memanfaatkan limbah logam sebagai bagian dari proses pemulihan material.
Raihan Gold Medal dan ICGI Special Award pada WSEEC 2026 diharapkan semakin mendorong mahasiswa PEP Bandung untuk terus menghasilkan karya inovatif, mengembangkan kompetensi, serta membawa nama PEP Bandung dalam berbagai ajang ilmiah dan kompetisi inovasi di tingkat nasional maupun internasional. (A)



