Bandung, 27 Juli 2026 — Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP)
Bandung, sebagai salah satu
perguruan tinggi vokasi dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM,
Kementerian ESDM, secara resmi menerima hibah peralatan
Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Swiss
melalui proyek Renewable Energy Skills Development (RESD). Penyerahan fasilitas
fisik ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada
Senin (27/7) oleh Sekretaris BPSDM ESDM, Yose Rizal, dan Team Leader RESD,
Dian Elvira Rosa disaksikan oleh dan Deputy Head Economic Cooperation and
Development (SECO) in Indonesia, Martoni Ariadirja dan Direktur Politeknik
Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung, Imelda Hutabarat.
Acara
serah terima ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Program Diploma 4
Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan di PEP Bandung. Program ini
diselenggarakan melalui sinergi strategis antara PEP Bandung dan Politeknik
Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, menandai ekspansi kemitraan RESD Fase II
yang kini merangkul 10 politeknik dan 9 lembaga pelatihan vokasi di seluruh
Indonesia untuk mencetak tenaga kerja terampil di sektor energi hijau.
"Kementerian
ESDM melalui BPSDM ESDM
menyambut baik hibah peralatan laboratorium PLTS bagi PEP Bandung sebagai wujud
nyata pelaksanaan kerja sama antara pemerintah dan mitra pembangunan dalam
mempersiapkan sumber daya manusia energi terbarukan yang kompeten, adaptif, dan
berdaya saing. Lebih dari sekadar mendorong percepatan transisi energi
nasional, kami berharap PEP Bandung yang berada di bawah naungan BPSDM ESDM,
khususnya melalui kolaborasi dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM)
Akamigas, dapat menjadi pusat pembelajaran unggulan dalam mencetak lulusan yang
kompeten dan siap kerja," ujar Yose Rizal.
Penyerahan
laboratorium ini merupakan puncak dari proses persiapan fasilitas dan pengadaan
perangkat berstandar internasional.
“Setelah
melalui rangkaian panjang pengadaan dan instalasi logistik, kelengkapan
laboratorium ini akhirnya siap dioptimalkan oleh mahasiswa. Hibah peralatan
PLTS ini merupakan realisasi dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah
Indonesia untuk mendorong transisi energi, khususnya dari sisi pengembangan
sumber daya manusia. Kami berharap peralatan laboratorium ini dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa sehingga mampu mencetak tenaga
kerja yang kompeten, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan industri energi
terbarukan di Jawa Barat,” ujar Dian Elvira Rosa, Team Leader RESD.
Paket
peralatan laboratorium yang dihibahkan oleh Pemerintah Swiss terdiri dari
peralatan solar PV portabel, panel surya rooftop ground mount dan
pole mount, perangkat
keselamatan kerja, beserta prasarana pendukung lainnya.
Sebelumnya, Pengaturan
Pelaksanaan antara proyek RESD dan PEP Bandung telah ditandatangani pada 21
Januari 2026. Selain pengadaan peralatan, dukungan RESD pada fase kedua ini
turut mencakup pengembangan kurikulum energi terbarukan berfokus pada PLTS dan
baterai, pelatihan teknis dan pedagogis bagi dosen oleh tenaga ahli Swiss, dukungan
kuliah tamu industri, penyelenggaraan tracer study, dan review kurikulum
secara berkala.
Melalui kemitraan ini, BPSDM ESDM terus memperkuat kolaborasi dengan
berbagai pemangku kepentingan dalam membangun SDM energi terbarukan yang
kompeten, adaptif, dan siap mendukung percepatan transisi energi nasional.
Tentang RESD
Renewable Energy Skills Development Project (RESD) merupakan kerja sama antara Pemerintah
Indonesia melalui BPSDM ESDM dan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat
for Economic Affairs (SECO) untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor
energi terbarukan.
Sejak dimulai pada Desember 2020, RESD telah
menghasilkan lebih dari 950 sarjana terapan teknik energi terbarukan dan
teknisi energi terbarukan yang kompeten, dengan tingkat serapan kerja lulusan
politeknik sebesar 80%. Proyek ini juga telah memperkuat kapasitas 265 dosen
dan instruktur, membangun lebih dari 100 kolaborasi dengan industri, serta
mengembangkan infrastruktur pendidikan dan pelatihan melalui peralatan
praktikum Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga
Mikro Hidro (PLTMH).
Pada Fase II (Oktober 2025–Desember 2028), RESD memperluas cakupan kerja melalui kemitraan dengan 19 politeknik dan lembaga pelatihan vokasi, serta memperluas cakupan teknologi, termasuk penyimpanan energi baterai. Kolaborasi dengan industri energi terbarukan semakin diperkuat, dan kesetaraan gender menjadi aspek penting.
RESD Fase I dan Fase II diimplementasikan oleh
GFA Consulting Group.



