WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Pengabdian kepada masyarakat dalam rangka Pengembangan Geowisata Bandung Selatan Berbasis Komunitas Masyarakat

30 Juni 2026

Pada hari Minggu 28 Juni 2026, telah dilaksanakan salah satu program dalam rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengusung tema "Pengembangan Geowisata Bandung Selatan Berbasis Komunitas Masyarakat". Kegiatan kali ini difokuskan pada uji coba atau simulasi lapangan geotrip yang diinisiasi dan digerakkan langsung oleh komunitas masyarakat di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Simulasi ini dirancang bukan sekadar sebagai perjalanan wisata, melainkan sebagai langkah strategis dalam memetakan potensi, menyusun narasi edukasi bumi (geologi) serta melatih kesiapan masyarakat lokal sebagai aktor utama pengembang geowisata yang berkelanjutan di masa depan.

Perjalanan simulasi dimulai sejak pagi hari. Setelah seluruh tim PkM dan anggota komunitas berkumpul di titik kumpul utama, kegiatan dibuka dengan briefing singkat mengenai aspek keselamatan, rute perjalanan dan  penyamaan persepsi mengenai indikator evaluasi jalur. Perjalanan tahap pertama dimulai dengan keberangkatan menuju Pos 1, yaitu Mata Air Cigadog. Di lokasi ini, peserta simulasi melakukan pengamatan terhadap kondisi fisik dan debit air, sekaligus mendiskusikan potensi interpretasi geohidrologi yang dapat dijual kepada wisatawan. Keunikan alam di sekitar Mata Air Cigadog menjadi modal awal yang kuat untuk membuka narasi bagaimana sistem bawah tanah Bandung Selatan menyuplai kehidupan di permukaan.

Dari Cigadog, perjalanan dilanjutkan menuju Pos 2 Mata Air Cigirang. Di titik pemberhentian kedua ini, anggota komunitas mulai mensimulasikan peran mereka sebagai pemandu (local guide) dengan menjelaskan fungsi ekologis mata air bagi lingkungan sekitar yang memicu diskusi interaktif mengenai penataan spot edukasi yang ramah lingkungan. Memasuki tengah hari, perjalanan bergeser ke Pos 3 yang berlokasi di Lapangan Curug Lalay. Tempat ini menjadi titik krusial bagi peserta untuk beristirahat sekaligus mengevaluasi manajemen waktu perjalanan. Di area ini, lanskap geologi yang lebih dinamis mulai terlihat. Komunitas memanfaatkan momen ini untuk menguji kemampuan narasi terkait sejarah terbentuknya bentang alam di sekitar curug serta potensi wisata petualangan yang bisa dikemas dalam paket visual. Simulasi geotrip ini akhirnya mencapai puncaknya di Pos 4, yaitu Puncak Pasir Pogor. Sebagai titik akhir perjalanan, lokasi ini menyuguhkan panorama bentang alam Bandung Selatan yang memukau dari ketinggian. Di Puncak Pasir Pogor, seluruh tim PkM dan komunitas berkumpul untuk melakukan evaluasi menyeluruh sembari menikmati lanskap yang menjadi nilai jual utama rute ini. 

Secara keseluruhan, simulasi kegiatan geotrip di Majalaya ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Pengalaman langsung menyusuri rute dari mata air hingga puncak bukit ini berhasil meletakkan fondasi yang kuat bagi komunitas lokal. Melalui kegiatan ini, data lapangan yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan penyusunan materi pengembangan geowisata Kabupaten Bandung yang berbasis pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan sadar wisata. (Ap)