Praktik Kerja Industri menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan memahami dinamika dunia kerja secara nyata. Hal tersebut dirasakan oleh Dini Rahmawati, mahasiswa Program Studi Teknologi Pertambangan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung yang berkesempatan melaksanakan Praktik Kerja Industri selama delapan bulan di tiga perusahaan pertambangan berbeda.
Pengalaman tersebut membawanya berkelana ke berbagai wilayah operasional pertambangan di Indonesia, mulai dari PT Berau Coal di Kalimantan Timur, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) di Kalimantan Selatan, hingga PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Citeureup Bogor, Jawa Barat. Melalui kesempatan ini, Dini Rahmawati tidak hanya mempelajari proses bisnis industri pertambangan batubara, tetapi juga memperluas wawasan pada operasi penambangan batu gamping sebagai bahan baku industri semen.
Di PT Berau Coal, Dini Rahmawati terlibat dalam analisis jarak flyrock menggunakan perangkat lunak Tracker, melakukan evaluasi waktu tunda yang diperoleh dari upaya optimalisasi jarak flyrock dan melakukan analisis travel time unit loader. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan, produktivitas dan efisiensi dalam operasi peledakan tambang terbuka. Perjalanan berlanjut di PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), Dini Rahmawati memperoleh kesempatan belajar pada berbagai departemen, yaitu Survei & Pemetaan, Pit Engineering dan Geoteknik. Ia mempelajari pembuatan peta operasional menggunakan Minescape, perhitungan volume, perencanaan tambang harian, identifikasi kendala penambangan batubara dan kegiatan monitoring geoteknik untuk mendukung keselamatan dan keberlanjutan operasi tambang. Pengalaman terakhir diperoleh di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Dini Rahmawati mempelajari proses bisnis peledakan menggunakan bahan peledak ANFO, mempelajari produktivitas alat bor dan memahami alur kerja Departemen Produksi dan Peledakan.
Menurut Dini Rahmawati, kesempatan melaksanakan Praktik Kerja Industri di perusahaan owner, kontraktor dan pada komoditas yang berbeda memberikan perspektif dari berbagai sudut pandang yang lebih luas mengenai dunia pertambangan. Dini Rahmawati tidak hanya mempelajari aspek teknis, tetapi memahami budaya kerja, pola koordinasi dan tantangan yang dihadapi. Pengalaman lintas perusahaan dan lintas komoditas tersebut semakin memperkuat minat dan motivasinya untuk berkontribusi secara nyata dan mampu menghadapi dinamika industri pertambangan di masa mendatang. (DR)



