Mahasiswa angkatan 2025 melaksanakan kegiatan praktikum hidrogeologi di kawasan Gua Pawon sebagai bagian dari pembelajaran lapangan untuk memahami sistem air tanah secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap karakteristik mata air serta teknik pengukuran kualitas air di lapangan.
Kegiatan praktikum ini dibimbing oleh dosen pengampu, yaitu Roni Marudut Situmorang, M.Eng., Ir. Sabtanto Joko Suprapto, M.T. serta Dr. Ir. A. D. Wirakusumah, Dipl.Seis selaku fasilitator. Selain itu, kegiatan juga didampingi oleh asisten laboratorium, yaitu Indira Fitriah Kholdy, A.Md. dan Reza Adam Permana, A.Md. yang turut membantu kelancaran praktikum di lapangan.
Selama kegiatan, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap beberapa titik mata air yang terdapat di sekitar kawasan gua. Pengamatan difokuskan pada identifikasi jenis mata air berdasarkan karakteristik kemunculannya serta pengukuran debit untuk mengetahui potensi ketersediaan air. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengukuran sifat fisik dan kimia air menggunakan alat multiparameter.
Parameter yang diukur meliputi Electrical Conductivity (EC), Total Dissolved Solids (TDS), pH dan suhu air. Data hasil pengukuran ini menjadi dasar awal dalam menilai kualitas air serta memahami kondisi hidrogeokimia di lokasi penelitian.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga dibekali keterampilan dalam pengambilan sampel air untuk analisis laboratorium. Mereka mempelajari teknik sampling yang benar untuk pengujian kandungan kation, anion dan parameter bioorganik. Proses ini mencakup prosedur standar agar sampel yang diambil dapat merepresentasikan kondisi air sebenarnya.
Sebagai bagian penting dari kegiatan, mahasiswa juga diajarkan metode pengawetan sampel air. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan stabilitas sampel selama proses pengiriman hingga tiba di laboratorium sehingga hasil analisis tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang telah dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dalam bidang hidrogeologi. Kegiatan ini juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air. (FH)



