WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Mahasiswa Teknologi Pertambangan PEP Bandung Perkuat Akurasi Pemetaan melalui Praktikum GNSS Geodetik

10 April 2026

Program Studi Teknologi Pertambangan (D3) Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung kembali menyelenggarakan praktikum lapangan bagi mahasiswa Angkatan 2025 dalam mata kuliah Survei dan Pemetaan. Kegiatan ini berfokus pada penguasaan teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System) Geodetik melalui metode pengambilan data statik. Di bawah bimbingan dosen pengampu Infantri Putra, S.T., M.B.A. dan Dian Eka Aryanti, S.T., M.T.. Para mahasiswa dilatih untuk mengoperasikan perangkat teknologi mutakhir guna menghasilkan data spasial dengan tingkat ketelitian tinggi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempraktikkan prosedur teknis mulai dari pendirian alat, sentring hingga pengamatan sinyal satelit dalam durasi waktu tertentu. Penggunaan metode statik ini sangat krusial di dunia pertambangan karena mampu menghasilkan titik kontrol dengan akurasi hingga skala milimeter. Mahasiswa dituntut untuk teliti dalam memastikan stabilitas alat dan kualitas penerimaan sinyal agar data mentah yang diperoleh di lapangan memiliki integritas yang baik sesuai dengan standar industri.

Setelah fase pengambilan data di lapangan selesai, tahapan berikutnya adalah proses pengolahan data atau data processing menggunakan perangkat lunak khusus. Mahasiswa belajar mentransformasi data mentah yang bersifat temporal menjadi koordinat definitif (X, Y dan Z) yang terikat pada referensi geospasial nasional. Proses ini memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa bahwa keberhasilan sebuah pemetaan tidak hanya bergantung pada kecanggihan alat di lapangan, tetapi juga pada ketajaman analisis dalam mengolah data di laboratorium.

Hasil koordinat yang diperoleh dari pengolahan data statik ini nantinya akan menjadi fondasi utama bagi kegiatan survei lanjutan. Koordinat tersebut akan difungsikan sebagai titik acuan atau Benchmark (BM) dalam pengukuran poligon dan pemetaan situasi. Dengan menetapkan kerangka dasar yang presisi sejak awal, mahasiswa dapat memastikan bahwa seluruh detail topografi dan batas-batas wilayah yang diukur nantinya akan berada pada posisi yang benar dan konsisten.

Praktikum ini menegaskan komitmen PEP Bandung dalam menyediakan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri mineral dan batubara di bawah naungan KESDM. Melalui integrasi antara teori di kelas dan praktik langsung dengan standar profesional, lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan digitalisasi di sektor pertambangan. Penguasaan alat GNSS Geodetik ini menjadi bukti nyata kesiapan mahasiswa Teknologi Pertambangan Angkatan 2025 untuk terjun langsung ke lapangan sebagai tenaga ahli yang kompeten. (HW)