Ricki, seorang alumnus Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung kini resmi menjalankan perannya sebagai Safety Patrol di PT Mega Global Energi (MGE). Perjalanan Ricki menuju PT MGE terbilang cukup unik. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai Foreman Operation di Maluku Utara, ia mendapatkan informasi lowongan kerja melalui status WhatsApp tim HR perusahaan. Meski sempat terkendala jarak untuk wawancara langsung, Ricki berhasil meyakinkan pihak perusahaan melalui wawancara daring dan menerima surat penawaran kerja (Offering Letter) hanya dalam waktu tiga hari setelah proses tersebut. Keputusannya untuk bergabung dengan PT MGE didasari oleh keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga serta ambisi untuk mendalami industri pertambangan batubara secara lebih spesifik.
Dalam tugas kesehariannya, Ricki memegang tanggung jawab krusial yang mencakup inspeksi area kerja, monitoring rutin setiap tiga jam hingga koordinasi perbaikan atas temuan Kondisi Tidak Aman (KTA) dan Tindakan Tidak Aman (TTA). Di akhir setiap giliran kerja, ia juga diwajibkan menyusun laporan teknis sebagai bahan evaluasi. Baginya peran ini telah mengubah sudut pandangnya, jika sebelumnya ia fokus pada produksi, kini ia menyadari bahwa keselamatan adalah prioritas utama di atas segalanya.
Kompetensi Ricki dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak lepas dari bekal pendidikan di PEP Bandung. Ia mengungkapkan bahwa selama masa kuliah, mahasiswa telah dibekali dengan sertifikasi petugas K3 dasar yang menjadi fondasi ilmu wajib bagi setiap pekerja di dunia pertambangan. Minatnya pada dunia tambang sendiri tumbuh karena ia tinggal di lingkungan yang dikelilingi oleh area pertambangan, sehingga ia melihat peluang kerja di sektor ini sangat luas.
Sebagai bentuk harapan bagi almamaternya, Ricki menginginkan agar PEP Bandung terus meningkatkan akreditasinya dan berharap di masa depan tersedia jenjang pendidikan Sarjana (S1). Hal ini menurutnya penting agar para alumni dapat terus melanjutkan pengembangan karier dan akademik mereka tanpa harus mencari universitas lain.



