Dunia profesional menuntut perpaduan antara kompetensi teknis yang mumpuni dan ketangguhan karakter dalam menghadapi dinamika lapangan. Hal ini dibuktikan oleh Maftukha Alfiani, lulusan Teknologi Geologi PEP Bandung tahun 2024 yang kini sukses berkontribusi dalam proyek strategis nasional. Meski sempat melewati masa tunggu kerja dengan tetap produktif di berbagai bidang, Maftukha membuktikan bahwa penguasaan teknologi yang didapatkan di bangku kuliah merupakan kunci utama untuk bangkit dan bersinar di industri energi.
Kini, Maftukha mengemban tanggung jawab penting sebagai Surveyor di PPSDM KEBTKE dalam proyek penyaluran listrik ke desa-desa terpencil yang belum teraliri energi listrik. Mengandalkan keahlian Sistem Informasi Geografis (SIG) yang diasahnya selama di PEP Bandung, ia berperan vital dalam mengubah data mentah menjadi perencanaan teknis yang akurat. Tugas utamanya mencakup penentuan jalur Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) serta penyusunan acuan penempatan tiang listrik sesuai standar PLN. Hal ini merupakan sebuah pekerjaan presisi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
Bagi mitra industri dan perusahaan, sosok Maftukha adalah representasi sumber daya manusia yang adaptif dan solutif. Kedisiplinannya dalam mengasah kemampuan, termasuk saat membuka jasa pembuatan peta secara mandiri, membuatnya mampu melewati seleksi ketat dengan pengerjaan studi kasus teknis yang mendalam. Karakter pantang menyerah yang dibalut dengan penguasaan data geospasial yang kuat menjadi nilai tawar tinggi yang ia bawa ke kancah profesional.
Kisah Maftukha memberikan gambaran nyata bahwa pendidikan di PEP Bandung bukan sekadar belajar teori, melainkan membentuk mentalitas ahli yang siap kerja. Lulusannya dipersiapkan untuk menjadi praktisi yang mampu mengimplementasikan teknologi di lapangan sekaligus memiliki resiliensi tinggi di berbagai situasi. (JC)



