WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Langkah Profesional Made Dwi Mahayana di PT Archi

08 Januari 2026

Alumnus Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Made Dwi Mahayana memulai karier profesionalnya di industri pertambangan global melalui PT Archi. Keberhasilan Made menembus salah satu perusahaan tambang terkemuka ini bermula dari jejaring akademik, di mana ia mendapatkan informasi lowongan kerja dari dosen yang kemudian meneruskan Curriculum Vitae (CV) miliknya langsung kepada tim HR perusahaan.

Perjalanan Made menuju dunia profesional dilalui dengan serangkaian seleksi ketat, mulai dari seleksi administrasi, wawancara dengan HR dan pengguna (user) hingga tahap penawaran kerja (offering) dan pemeriksaan kesehatan (MCU). Sebagai bentuk keseriusannya, ia melakukan persiapan teknis yang mendalam di bidang metalurgi, termasuk memperkuat pemahaman mengenai dasar pengolahan mineral dan alur proses di pabrik (plant) guna menghadapi tantangan wawancara teknikal.

Dalam kesehariannya, Made bertanggung jawab melakukan pemantauan proses pengolahan (upstream monitoring), yang mencakup tahap crushing hingga grinding. Selain tugas lapangan, ia juga memegang peran krusial dalam akuntansi metalurgi (metallurgical accounting), seperti melakukan rekapitulasi tonase, kadar (grade), tingkat perolehan (recovery) serta keseimbangan logam (metal balance) harian maupun bulanan. Aktivitas ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pabrik dan mengidentifikasi potensi kerugian (losses) agar proses tetap berjalan secara optimal.

Meskipun awalnya ia mengaku hanya mencoba-coba mendalami bidang ini, Made akhirnya menemukan kepuasan tersendiri setelah melihat langsung penerapan ilmu metalurgi di lapangan. Pengalaman tersebut menumbuhkan rasa menikmati pekerjaan yang kini ia jalani dengan penuh dedikasi.

Menutup kisahnya, Made menyampaikan harapan besar agar PEP Bandung terus berkembang dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan memperluas kerja sama dengan pihak industri. Menurutnya, relevansi kurikulum dengan kebutuhan lapangan sangat penting agar mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia kerja sejak masa perkuliahan. (MK)