WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Alumni PEP Bandung Sukses Tembus Industri Pertambangan Emas dan Relevansi Ilmu Metalurgi di Dunia Kerja

08 Januari 2026

Nama Muhamad Ismatulloh tentu sudah tidak asing lagi di telinga civitas akademika Politeknik Energi dan Pertambangan (PEPB) Bandung. Dikenal sebagai sosok yang aktif dan berprestasi, mantan Presiden BEM sekaligus Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) PEPB 2024 ini kembali mengukir catatan membanggakan. Tak tanggung-tanggung, ia berhasil menyabet gelar Wisudawan Terbaik PEPB 2025 dan langsung diterima bekerja di PT Antam Tbk UBPE Pongkor bahkan sebelum resmi mengenakan toga.

Keberhasilannya menembus salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia ini seolah menjadi pembuktian bahwa keseimbangan antara organisasi dan akademik adalah kunci kesuksesan di dunia profesional. Kesuksesan ini membuktikan bahwa lulusan PEPB memiliki kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh industri strategis nasional. Dalam wawancaranya, Ismat membagikan pengalaman seleksi, tantangan di dunia kerja hingga harapannya untuk almamater tercinta.

Perjalanan karir Ismat dimulai sesaat setelah lulus sidang skripsi dibulan april. Mendapatkan informasi open recruitment dari dosen Metalurgi, ia langsung mempersiapkan diri untuk menghadapi rangkaian seleksi yang meliputi administrasi, wawancara user dan Medical Check-Up (MCU).

Menurutnya, kunci lolos seleksi bukan hanya pada nilai akademik, melainkan persiapan yang spesifik. "Persiapan kuncinya adalah mengulas kembali materi agar saat wawancara dengan user, jawaban kita lebih memiliki value. Karena saya tahu targetnya adalah PT Antam Pongkor yang memproses emas (hidrometalurgi), maka saya pelajari detail proses tersebut. Selain itu, menjaga kesehatan fisik dan mental sangat penting untuk lolos MCU," ungkapnya.

Saat ini, Ismat bertugas di bagian Metallurgical Laboratory (Metlab). Ia mengungkapkan bahwa materi perkuliahan di PEPB sangat relevan dengan tugas hariannya. Tanggung jawabnya mencakup pengambilan dan analisis sampel di titik krusial seperti head grade, ball mill dan leach feed.

Tak hanya itu, ia juga rutin melakukan pengujian laboratorium seperti analisis viskositas, aktivitas karbon dan mengoperasikan uji leaching (seperti roll bottle test dan variasi NaCN). Kemampuan pengolahan data (data processing) dan pelaporan melalui sistem SAP juga menjadi menu sehari-hari untuk mendukung Quality Control perusahaan.

Ketika ditanya mengenai ketertarikannya pada dunia metalurgi, Ismat menyoroti peluang besar di era hilirisasi mineral saat ini. "Peluang di bidang ini sangat besar, apalagi hilirisasi perlu segera dilakukan secara masif. Saya pribadi menyenangi ilmu ini karena menantang, terutama aspek perhitungannya. Ada kepuasan tersendiri saat kita bisa merekayasa proses untuk mendapatkan perolehan logam yang optimal," tambahnya.

Menutup wawancara, Ismat menyampaikan harapan besar bagi PEP Bandung. Ia berharap kampus dapat terus meningkatkan sistem pembelajaran agar adaptif terhadap teknologi industri yang berkembang pesat. "Saya berharap PEPB mampu cepat beradaptasi karena teknologi di industri terus berubah. Dan tentu saja, segera mendapatkan akreditasi Unggul. I think PEPB deserves it," pungkasnya.

Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa PEP Bandung lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan siap bersaing di kancah industri pertambangan nasional maupun global. (MK)