Tenaga profesional muda M. Habibi Fadlurrahman, salah satu alumnus Teknologi Pertambangan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung Angkatan 2021, kini resmi meniti karier profesionalnya di PT Kalimantan Prima Persada (KPP) Jobsite INDE dengan mengemban posisi sebagai FGDP Trainee SHE di Section SHE Operation.
Keberhasilan Habibi bergabung dengan perusahaan kontraktor tambang nasional tersebut tidak lepas dari proses seleksi yang ketat dan berlapis. Ia harus melalui tahapan seleksi berkas, psikotes online tertulis dan wawancara, interview user di Head Office (HO) hingga pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU). Menariknya, Habibi mengungkapkan bahwa dirinya sempat gagal pada percobaan pertama melalui campus hiring di PEP, sebelum akhirnya berhasil lolos pada kesempatan kedua melalui campus hiring di kampus lain.
Dalam persiapannya menghadapi seleksi, Habibi menekankan pentingnya penguasaan psikotes, wawancara dan penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang profesional. Menurutnya, CV merupakan sarana utama dalam membranding diri dan harus disusun berdasarkan kompetensi, sertifikasi serta pencapaian yang benar-benar dikuasai. Hal ini menjadi krusial mengingat tingginya peluang mobilitas atau rolling departemen di lingkungan kerja, di mana karyawan dapat ditempatkan pada departemen yang paling sesuai dengan kompetensinya.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai FGDP Trainee SHE, Habibi terlibat langsung dalam aktivitas pengawasan keselamatan kerja di area operasional. Lingkup pekerjaannya mencakup inspeksi dan observasi keselamatan lapangan, validasi kelengkapan infrastruktur keselamatan seperti pondok pengawas dan manajemen lalu lintas hingga pengecekan standar jalan tambang, front dan disposal. Selain itu, ia juga bertanggung jawab dalam administrasi K3LH, pelaksanaan safety talk, meeting K3LH dan kegiatan pelatihan Hazard Risk Assessment (HRA).
Ketertarikan Habibi terhadap dunia pertambangan berawal dari kegemarannya terhadap aktivitas lapangan. Meski tidak memiliki latar belakang keluarga di industri pertambangan, pengalaman akademik dan praktik selama kuliah membuka wawasannya terhadap besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, tantangan teknologi dan inovasi serta luasnya peluang karier di sektor ini. Ia juga menilai bahwa dunia pertambangan memberikan pengalaman berharga dalam hal kedisiplinan dan manajemen Waktu dan kesempatan belajar langsung dari para praktisi berpengalaman.
Sebagai alumnus, Habibi menyampaikan harapan besarnya kepada PEP Bandung agar terus berkembang dan semakin mengukuhkan perannya di sektor energi dan pertambangan nasional. Ia optimistis PEP Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi politeknik unggulan di bidang sumber daya energi, mineral dan batubara, terlebih dengan dukungan di bawah naungan Kementerian ESDM. Menurutnya, lulusan PEP Bandung memiliki daya saing yang kuat dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi top tier di Indonesia.



