WhatsApp

Hi!

Menciptakan tenaga ahli yang unggul di bidang energi dan pertambangan melalui pendidikan vokasi yang terarah dan aplikatif

Information

Follow Us

Berita & Pembaruan

Mahasiswa Teknologi Geologi PEP Bandung Gelar Kolokium Zonasi Longsoran Tambang

11 Desember 2025

Pada hari Senin 1 Desember 2025 lalu, Mahasiswa Program Studi Teknologi Geologi Angkatan 2024 Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung melaksanakan kolokium yang memaparkan hasil penyusunan zonasi longsoran pada wilayah pertambangan logam di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Geologi Lingkungan Tambang dan bertujuan menilai potensi kerawanan longsoran dengan pendekatan morfotektonik.

Pelaksanaan kolokium ini dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah Geologi Lingkungan Tambang, yaitu Ir. Oman Abdurahman, M.T., Roni Marudut Situmorang, S.Pd., M.Eng., Murni Sulastri, S.T., M.T. serta Dr. Wahyu Agus Setiawan, S.T., M.T. Para dosen turut memberikan arahan dalam proses analisis hingga interpretasi hasil pemetaan. Pemilihan tema ini didasarkan pada pemahaman bahwa pembentukan endapan logam umumnya berkaitan dengan keberadaan sesar aktif atau aktivitas tektonik. Dengan demikian, analisis aktivitas tektonik menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi potensi bahaya geologi di daerah tambang.

Dalam penelitian ini, mahasiswa memanfaatkan Digital Elevation Model (DEM) dan data topografi berupa pola aliran sungai dan kontur. Mereka menganalisis sejumlah parameter morfotektonik, seperti Rasio Bifurkasi (Rb), Drainage Density (Dd), Sinuosity Mountain Front (SMF), Valley Floor Width–to–Height Ratio (Vf) serta analisis kelurusan lembah dan punggungan. Seluruh parameter dihitung menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan diklasifikasikan berdasarkan referensi ilmiah bereputasi dari jurnal terindeks Scopus. Hasil parameter tersebut dioverlay untuk menghasilkan Peta Indeks Aktivitas Tektonik (IAT) yang memungkinkan identifikasi zona aktivitas tektonik dari tingkat rendah hingga tinggi. Validasi dilakukan dengan meninjau lokasi kejadian longsoran melalui citra Google Earth.

Hasil penelitian mahasiswa kemudian dituangkan dalam bentuk poster dan dipamerkan di sepanjang lobby PEP Bandung. Pameran ini mendapat antusiasme dari dosen serta mahasiswa Teknologi Geologi Angkatan 2025 yang hadir untuk melihat dan mempelajari hasil kajian tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kerawanan longsoran pada kawasan pertambangan berskala besar berdasarkan analisis morfotektonik serta mengaitkan hubungan antara aktivitas tektonik, bentuk lahan dan potensi kebencanaan geologi di wilayah tambang. Kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan kemampuan analisis spasial dan interpretasi geologi lingkungan bagi para mahasiswa. (FH)